Diduga Lambat Ditangani, Bayi Meninggal Dalam Kandungan

0
3

PAREPARE—Pelayanan RS Andi Makkasau kembali menuai polemik. Kali ini datang dari keluarga pasien persalinan, yang bayinya meninggal diduga gegara lambat ditangani.

Keluarga pasien, Arifuddin menceritakan, istri kakaknya R (inisial, red) sedianya melahirkan di RS tipe B tersebut. Namun dokter menyebut harus mengambil tindakan operasi sesar. Disinilah masalah bermula, karena operasinya tertunda hampir selama 23 jam.

“Sabtu, pukul 13.30 siang karena sudah merasakan kontraksi pada perutnya. Minggu pagi, air ketuban sudah pecah. Sekira pukul 12.30 siang, dokter memutuskan sesar, tetapi bayi itu keluar sudah tidak menangis,” kata Arifuddin, saat menyampaikan komplain di RS tersebut, Selasa 14 Februari.

“Yang saya sesalkan, dari rentang waktu 23 jam itu tidak satupun dokter ahli yang menangani pasien, hanya dokter koas yang mendapingi. Keputusan untuk di perasi sesar baru di ambil ┬átim dokter karena ipar saya sudah muntah-muntah akbit teralu lama menahan rasa sakit,” bebernya.

Dia mengatakan, komplain yang dia ajukan tidak mungkin mengembalikan bayi itu. Namun setidaknya bisa mencegah hal serupa terjadi pada oranglain. Arifuddin mengutip Pasal 52 UU nomor 29 tahun 2004 tentang hak-hak pasien, serta pasal 4 UU nomor 8 tahun 1999. “Kita bisa bawa ini ke meja hukum,” tegasnya.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan RS Andi Makkasau, dr Reni Anggraeny menerima langsung pengaduan tersebut. Dia berjanji akan meminta keterangan dari jajarannya, termasuk dari dokter yang diminta menangani pasien serta penanggungjawab ruangan mawar. Namun disela penjelasannya kepada Arifuddin, dr Reny memprakirakan pasien lambat dioperasi karena mengalami anemia dan sementara dilakukan transfusi darah. (Effendy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here