Peringati Hari PRT, Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga Gelar Aksi Damai di Makassar

0
40

MAKASSAR – Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA), menggelar peringatan Hari Pekerja Rumah Tangga (PRT) yang jatuh setiap 15 Februari kemarin. Peringatan Hari PRT tersebut dilakukan dengan cara menggelar aksi damai tepatnya di bawah jembatan layang atau Fly Over, Jalan A. Pangeran Pettarani Makassar, Kamis, 16 Februari 2017.

Uni Jusmiati Lestari, salah seorang koordinator lapangan menjelaskan bahwa aksi tersebut merupakan refleksi 16 tahun meninggalnya Sunarsih, pada 12 Februari 2001silam, lantaran mendapatkan penyiksaan oleh majikannya. Dan pemerintah setempat dinilai tidak tegas dalam melakukan penindakan terhadap upaya hukum bagi pelaku.

“Dalam realitasnya, PT sering tidak dianggap sebagai buruh sehingga luput dari perlindungan hukum,”katanya

Padahal tambah Uni, PRT selama ini selalu memiliki jam kerja diatas buruh pada umumnya. Jika buruh pabrik maksimal hanya kerja 12 jam sehari, PRT memiliki jam kerja minimal 16 jam sehari. Bahkan banyak yang kerja hingga 24 jam sehari.

Dirinya menambahkan, selama ini PRT yang mayoritas perempuan ini sering menjadi objek kekerasan dalam rumah tangga. “Realitanya pelanggaran HAM kerap mereka alami, selain itu, tindakan tegas pemerintah juga masih dinilai tumpul dalam upaya pengawasan kasus. Padahal RUU untuk perlindungan PRT telah digadang 12 tahun silam di DPR,”tambahnya

Sunarsih adalah seorang Pembantu Rumah Tangga yang berusian 14 tahun dan dianiaya oleh majikannya hingga meninggal pada tahun 2001 di Kota Surabaya. Majikan Sunarsih tidak pernah mendapat hukuman dari pemerintah meskipun telah berkali-kali melakukan penganiayaan terhadap PRT yang berbeda. Peristiwa Sunarsih ini dijadikan sebagai latar belakang diperingatinya Hari PRT di tanah air. Demikian dikutip dari salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here