PARAHHHH !!! Habiskan Puluhan Miliar, Pedestrian Nusantara Terbengkalai

0
76

MAKASSAR — Pembangunan pedestrian Jl Nusantara terbengkalai. Rekanan meninggalkan pekerjaan. Padahal, paving bundaratta belum juga terpasasang.

Pelataran pedestrian masih berlantai semen. Pedestrian tampak polos, tidak ada lagi bahan material yang menumpuk. Penambahan waktu sekira dua bulan juga belum mampu merampungkan pembangunan ini.

Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PU Makassar, Darlis menerangkan, Dinas PU Makassar membangun pedestrian di lima ruas jalan pada 2016 lalu.

Titiknya, ada di Jl Penghibur, Jl Pasar Ikan, Jl Ujung Pandang, Jl Nusantara dan Jl Nusantara Baru. Trotoar Jl Penghibur dan Jl Pasar Ikan bisa dituntaskan tepat waktu.

Pedestrian Jl Nusantara Baru dan Jl Pasar Ikan mendapat 50 hari tambahan waktu. Dan Jl Nusantara selama 70 hari kalender. “Sedangkan pedestrian di Jl Ujung Pandang, Jl Nusantara dan Jl Nusantara Baru memang masih menyisakan pekerjaan, belum selesai,” kata Darlis kepada media, Minggu (5/3/2017).

Pedestrian Jl Ujung Pandang dan Jl Nusantara Baru masih menyisakan sedikit pemasangan paving. Sedangkan di Jl Nusantara sekira 800 meter paving yang belum terpasang. Sementara, kanstin atau pembatas trotoar dan badan jalan rampung.

Kendati demikian, lanjut Darlis, pekerjaan tuntas secara nilai kontrak. Pekerjaan pedestrian yang tampak saat ini sesuai dengan kontrak atau Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Sebenarnya sesuai kontrak sudah selesai, meski di lapangan kelihatannya belum rampung,” aku Darlis.

Dia menjelaskan, total anggaran pekerjaan pedestrian mencapai Rp50 miliar. Namun, Dinas PU Makassar baru menganggarkan sekitar Rp28 miliar pada tahun lalu.

Sisanya, Rp22 miliar akan dianggarkan 2017 ini untuk merampungkan pekerjaan pedestrian. “Perampungannya mencakup hingga lampu penerangan hingga sarana tempat duduk,” jelas Darlis.

Lanjutnya, pembangunan pedestrian lanjutan segera dilaksanakan. Dinas PU Makassar menargetkan pengerjaan fisik pada Mei 2017 mendatang.

Dia menambahkan, ketiga pekerjaan pedestrian dikenakan denda setiap hari selama penambahan waktu. Denda rekanan mencapai Rp11 juta per hari di Jl Nusantara. Rp6 juta setiap hari untuk Jl Nusantara Baru dan Jl Ujung Pandang. Jadi, total denda mencapai Rp1,3 miliar.

“Pembayarannya rampung di Jl Penghibur dan Jl Pasar Ikan. Jl Nusantara nol, Jl Nusantara Baru 16 persen dan Jl Ujung Pandang 64 persen. Sisa pembayaran di anggaran perubahan,” tambah Darlis.

Kepala Dinas PU Makassar, Ansar menyerahkan proyek pedestrian ini kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang dipegang Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PU Makassar.

“Belum ketemu dengan KPA,” kata Ansar.

Menurut Ansar, keputusan penghentian atau kelanjutan pembangunan berada di tangan KPA. KPA dipegang Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PU Makassar Tajuddin Beddu.

Sebelumnya, Ansar mengaku, semua pelaksaan teknis dan kontrak proyek dikelola KPA. Kepala dinas, katanya, hanya bertugas dalam pembayaran proyek. Kadis yang akan menandatangani Surat Perintah Pembayaran (SPM).

Proyek ini juga mendapat keluhan warga. Perwakilan Warga Jl Nusantara, Zulkarnain Ali Naru mengatakan, warga sekitar mengeluhkan sulitnya akses ke rumah dan ruko. Demikian dikutip dari salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here