Dugaan Korupsi Disdik, Konsultan Pengadaan Diduga Suap Kadis

0
91
PAREPARE— Penanganan kasus tindak pidana korupsi yang dilkukan  pihak Kepolisian, di kantor Dinas Pendidikan kota Parepare, Sulawesi Selatan (sulsel), belum menemukan titik terang.
        Peyidik kepolisian satuan Reskrim Polres Parepare beralasan‎, sejauh ini belum ada bukti kuat untuk meningkatkan kasus yang terindikasi Mark Up itu ketahap penyidikan.
Spekulasi pun muncul ditengah publik, mulai dari dugaan keterlibatan oknum LSM hingga ‎dugaan adanya konspirasi.
Tak sampai disitu, kabar terakhir mencuak tentang dugaan keterlibatan ‎konsultaan pengadaan proyek, Andi Ruslan.
Andi‎ Ruslan, sendiri merupakan konsultan pengadaan proyek sebesar, Rp 1,5 Millyar, tersebut.
Dia juga disebut-sebut sebagai penghubung antara Disdik Parepare dan Kementrian untuk meloloskan proyek DAK tahun 2015 itu. Dia juga diduga melakukan praktek suap terhadap oknum pejabat.
“Tidak ada itu suap-suap dinda. Proyek TIK ini sudah sesuai dengan petunjuk tekhnis (juknis), “dalih Andi Ruslam, usai ditemui beberapa waktu lalu.
Dia menjelaskan, pihaknya memiliki kapasitas dalam penyediaan barang berupa perangkat komputer lengkap dengan CPU, serta aplikasi yang dibutuhkan untuk SD dan SMP di Parepare.
‎         Hanya saja, ‎belakangan ditemukan adanya komputer dan laptop di salah satu sekolah yang dijadikan sample, tidak memiliki ram atau isi dalam perangkat.
Ya, betul, tapi barang itukan bergaransi dari perusahaan kami. Hanya beberapa saja yang tidak ada ramnya. Yang jelas saat ini belum ada pemeriksan barang dari BPKP juga,”kata Andi Ruslan.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kantor Disdik Parepare, Amsir, mengaku sudah memenuhi panggilan polisi untuk klarifikasi.
Terkait dengan adanya indikasi markup dalam pengadaan barang dalam proyek itu, Amsir, bungkam.
“Saya‎ sudah klarifikasi di penyidik,”singkat Amsir.
Ditempat lain, aktifis sosial LSM Parepare, AS Oedin, meminta aparat hukum menuntaskan kasus tersebut.
Dia beranggapan, Polisi  bekerja profesional dalam menangani kasus itu. Adapun dugaan keterlibatan suap oknum LSM, dia meminta polisi juga mengusut indikasi‎ tersebut.
‎        “Jelas dalam undang, mungkin Polisi lamban karena belum adanya bukti kuat. Saya rasa tidak ada unsur kesengajaan untuk menunda kasus itu. Pasti ada kendala tekhnis. Polisi saya yakin sanggup menangani kasus korupsi di Parepare. Polisi sangat serius dalam hal itu,”ungkap Oedin. (Effendy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here