Jaksa Dalami Keterlibatan Guru SMAN 1, Kepsek Abdul Hajar : Kok Saya Bisa Jadi Tersangka, Padahal Belum Pernah Dipanggil Kejaksaan !!!

0
2

MAKASSAR — Penyidik Kejari Makassar kembali melakukan pemeriksaan terhadap 50 orang tua siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Makassar terkait dugaan korupsi Pungutan Liar (Pungli) penerimaan siswa baru di sekolah tersebut.

Pemeriksaan orang tua siswa tersebut, guna kepentingan penyidikan untuk tersangka Kepala SMAN 1 Makassar, Abdul Hajar.

50 orang tua siswa yang dimintai keterangannya, diperiksa secara maraton oleh penyidik.

Kepala Seksi Bidang Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Makassar, Sri Suryanti mengatakan, pemeriksaan tersebut merupakan lanjutan untuk saksi tersangka Kepala SMAN 1 Makassar. “Hari ini (Kemarin) ada sekitar 50 orang tua siswa kita jadwalkan untuk periksa,” kata Sri.

Sri menuturkan, pihaknya masih fokus untuk melakukan pemeriksaan terhadap orang tua siswa.

Terkait rencana pemeriksaan terhadap guru, Sri mengaku belum menjadwalkannya. Namun diakuinya, tetap akan dilakukan pemeriksaan terhadap guru SMAN 1 Makassar.

Sedangkan terkait adanya dugaan keterlibatan lima oknum guru SMAN 1 dalam kasus ini, Sri belum bisa memastikan.

Hanya saja, dia tidak menyangkali adanya keterlibatan pendidik di sekolah unggulan tersebut.

“Ini yang sementara masih kita dalami dan kumpulkan bukti-buktinya. Makanya untuk memastikan adanya keterlibatan oknum guru dalam kasus ini, butuh keterangan saksi-saksi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Makassar Abdul Hajar mengungkapkan dirinya mengaku heran atas dirinya yang dijadikan tersangka oleh kejaksaan.  “Selama ini saya tidak pernah dipanggil dan dimintai keterangan, tapi kenapa saya tiba-tiba dijadikan tersangka,” katanya penuh keheranan.

Tidak hanya itu, dugaan pungutan liar yang dialamatkan kepadanya selama ini juga dibantah oleh Abdul Hajar. “Semua dana itu kok ada tersimpan sama bendahara, jadi apanya yang pungli. Selama ini saya tidak pernah menerima dana tersebut dari calon siswa baru, kok tiba-tiba bisa jadi tersangka,” ujarnya.

Demikian pula ditambahkan Abdul Hajar, dirinya saat ini telah non job dari jabatan kepala sekolah, meski begitu ia masih tetap menjalankan tugas-tugas mengajar di sekolah. “Saya hanya berharap kasus ini tidak timpang, karena kami kepala sekolah hanya menjalankan apa yang telah menjadi arahan, baik dari dinas maupun hasil hearing dari DPD Makassar yang sempat membahas penerimaan calon siswa baru saat itu,” bebernya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here