Tambah Fasilitas, Terminal Penumpang Pelabuhan Makassar kini Lebih Nyaman

0
50

Sebagai terminal penumpang terbesar dan terluas di Kawasan Timur Indonesia (KTI), PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) sebagai pengelola Pelabuhan Makassar menerapkan skala prioritas pada Terminal Penumpang di pelabuhan tersebut, utamanya dari segi penyediaan fasilitas.

 

Terminal Penumpang yang hampir setiap tahun selalu melayani puluhan ribu penumpang ini, sejak 2015 lalu telah dilengkapi dengan fasilitas berupa garbarata atau jembatan penghubung antara ruang tunggu dan pintu masuk kapal.

 

Garbarata ini dipasang untuk memudahkan para penumpang, agar tidak lagi berdesak-desakan saat akan masuk ke dalam kapal. Juga untuk menambah kenyamanan penumpang yang menggunakan moda transportasi kapal laut, terutama saat mudik Hari Raya.

 

“Terminal Penumpang di Pelabuhan Makassar juga telah memiliki dua lokasi ruang tunggu, yaitu di lantai satu dan lantai dua. Untuk mencapai lantai dua, pengunjung bisa menggunakan fasilitas eskalator atau tangga jalan yang tersedia,” terang General Manager Pelindo IV (Persero) Cabang Makassar, Yosef Benny Rohy.

 

Bagi penumpang yang masih ingin duduk di ruang tunggu sambil menanti waktu naik ke atas kapal, bisa berselancar di dunia maya menggunakan fasilitas internet melalui wifi yang terpasang. Juga ada ruang untuk menyusui bagi ibu-ibu yang sedang menyusui bayi atau balitanya.

 

Setiap penumpang yang akan masuk ke Terminal Penumpang lanjut dia, juga akan diperiksa menggunakan metal detector di pintu masuk dan hanya penumpang yang memiliki tiket yang bisa diperkenankan masuk, sesuai dengan identitas masing-masing yang masih berlaku.

 

Penumpang yang akan naik ke atas kapal juga diberi tanda berupa cap di tangannya, sehingga memudahkan petugas untuk mengenali bahwa yang bersangkutan adalah penumpang kapal resmi yang memiliki tiket.

 

“Kami juga sudah memberlakukan boarding pass layaknya di bandar udara, untuk setiap penumpang yang akan menaiki kapal,” imbuh Yosef.

 

Selain itu, pihaknya juga selalu memantau keadaan di Terminal Penumpang Pelabuhan Makassar melalui CCTV yang terpasang di berbagai sudut ruangan. Penumpang pun semakin nyaman dengan pendingin ruangan atau AC yang terpasang dan tidak ada lagi penumpang yang bisa merokok, sehingga asapnya tidak mengganggu penumpang yang lain.

 

“Bagi penumpang yang dalam kondisi kurang fit atau sedang sakit, juga bisa mendapatkan perawatan di ruang P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) sebelum naik atau sesudah turun dari kapal,” ujarnya.

 

Demi kenyamanan penumpang, di Terminal Penumpang yang memiliki total daya tampung sebanyak 3.000 orang ini, juga disediakan 16 unit kamar kecil atau toilet. Setiap lantai masing-masing memiliki delapan toilet, empat toilet khusus untuk laki-laki dan empat toilet khusus perempuan.

 

Yosef menambahkan, tak lama lagi para pedagang kaki lima (PKL) di sekitar area pelabuhan juga bakal ditata agar menjadi lebih rapi. Jika kita memasuki area pelabuhan, setelah pintu masuk, tepat di sebelah kanan akan terlihat bangunan baru yang diperuntukkan bagi para PKL untuk menggelar dagangannya.

 

“Dengan penataan ini, selain akan terlihat lebih rapi, tentunya kenyamanan para penumpang juga menjadi lebih terjamin.” (ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here