PLN Sulselrabar akan Lakukan Penambahan Kapasitas Pembangkit 927 MW

0
17

MAKASSAR – PT PLN (Persero) wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara, (Sulselrabar) rencananya akan menambah kapasitas pembangkit sebesar 927 megawatt (MW).

General Manager PLN Sulselrabar Bob Sahril mengatakan, rencana penambahakan kapasitas pembangkit itu akan dilakukan di 2017 dan 2018.

“Kapasitas pembangkit yang akan beroperasi pada 2017 dan 2018 ini yaitu sebanyak 10 unit dan tersebar di seluruh wilayah Sulselrabar,” kata Bob di kantor PLN Sulselrabar, Jalan Hertasning, Rabu 29 Maret 2017.

Ia menyebutkan di 2017 ini ada tiga pembangkit yang akan beroperasi dengan penambahan kapasitas. Pertama akan dilakukan di PLTD Bakaru, Pinrang sebesar 25 MW dan akan beroperasi pada Agustus 2017 mendatang.

Untuk wilayah Kendari, Sulawesi Tenggara penambahan kapasitas juga akan dilakukan di MPP Kendari sebesar 50 MW dan akan beroperasi pada Juli 2017.

“Di PLTU Jeneponto Exp 1 juga akan ada penambahan kapasitas pembangkit sebesar 125 MW dan beroperasi pada November 2017 nanti,” kata Bob.

Di sepanjang 2017, juga akan dilakukan pengadaan mesin baru dengan penambahan kapasitas sebesar 67 MW dan akan beroperasi pada Juli 2017.

Untuk mengantisipasi ketersediaan pasokan listrik pada musim kemarau yg diprediksi akan terjadi pada Agustus, PLN juga akan melakukan penyewaan mesin baru dengan kapasitas pembangkit 75 MW.

Sementara itu, pada 2018 mendatang PLN Sulselrabar akan kembali melakukan penambahan kapasitas pembangkit di MPP Wangi Wangi dan di MPP Bombana Sulawesi Tenggara masing-masing 10 MW, dan MPP Kolaka Utara sebesar 5 MW.

“Penambahan kapasitas pembangkit sebesar juga akan dilakukan di PLTU Mamuju secara bertahap. Tahap pertama pada Januari 2017 yaitu sebesar 25 MW, dan pada tahap dua dengan kapasitas yang sama juga akan dilakukan pada April 2017,” jelasnya.

PLTU Jeneponto Exp 2 pada 2018 akan kembali mendapat tambahan daya sebesar 125 MW dan beroperasi pada April 2017. Sementara untuk PLTU lain yang ada di Jeneponto, yaitu PLTU Punagaya juga akan mendapat penambahan kapasitas pembangkit secara bertahap pula.

“Di PLTU Punagaya penambahan kapasitas pembangkit sebesar 100 MW pada Januari 2017 dan April 2017. Penambahan juga dilakukan di PLTU kendari sebesar 100 MW pada April 2017. Terakhir pada Desember 2018, penambahan kapasitas pembangkit dilakukan di Poso sebesar 70 MW,” terang Bob.

Lebih lanjut ia menjelaskan, penambahan kapasitas ini dilakuakn untuk tetap meningkatkan ketersedian pasokan listrik PLN untuk masyarakat di wilayah Sulselrabar.

Bob menyebutkan, sejumlah upaya akan terus dilakukan pihaknya untuk meminimalisir keluhan masyarakat di wilayah pimpinannya untuk pasokan listik.

“Kendalanya tentu pasti ada, tetapi upaya-upaya yang dilakukan PLN ini kan juga untuk masyarakat. Kita perlu saling mendukung,” ungkapnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here