Ahli Waris Tjintjing Karaeng Lengkese Menang di PN, Soal Sengketa Tanah Samping Gedung Juang 45 Alauddin

0
116

MAKASSAR — Perusahaan Kumala Cemerlang Estate kalah di Pengadilan Negeri (PN) Makassar menghadapi permohonan praperadilan dari ahli waris Tjintjing Karaeng Lengkese, Rabu (29/3/2017).

Diketahui, pimpinan perusahaan Kumala Cemerlang Estate melaporkan ahli waris Tjintjing Karaeng Lengkese ke Polda Sulsel terkait dugaan pemalsuan dokumen dalam perkara sengketa tanah yang terletak di Jl Sultan Alaudin Makassar, tepatnya di samping Gedung Juang 45 Makassar dengan luas sekitar 4,5 hektare.

Permohonan praperadilan diajukan oleh penasehat hukum dari Dwipa Law Firm yang terdiri dari Irfan SH, Tirta Cakindra SH. MH, dan Jonathan Marpaung SH, mewakili para ahli waris yang terdiri dari Lieyanto Hendra, Abd Hakim dan Andi Itang Karaeng Runna.

Diketahui, ketiganya dilaporkan ke Ditreskrimum Polda Sulsel dengan sangkaan Pasal 263 subidair Pasal 266 KUHP yang teregister melalui LPB/751/XII/2015/SPKT tertanggal 3 Desember 2015.

Penasehat Hukum, Irfan SH menjelaskan, dalam proses pembuktian praperadilan, ternyata termohon praperadilan dalam hal ini penyidik Ditreskrimum Polda Sulsel yang diwakili oleh Kompol Syukri Abham, tidak mampu membuktikan mengenai pemalsuan dokumen.

“Tidak ada bukti forensik yang menjadi acuan adanya tindak pidana,” jelas Irfan.

Lebih lanjut dia menyebutkan, tidak adanya bukti forensik tersebut menjadi alasan dari hakim tunggal praperadilan pada Pengadilan Negeri Makassar, Kasianus Telambanua, mengabulkan permohonan praperadilan dengan amar putusan.

“Amar putusan menyatakan pembatalan dan tidak sah penetapan tersangka terhadap laporan polisi nomor LPB/751/XII/2015/SPKT tgl 3 Desember 2015. Hakim juga memerintahkan termohon dalam hal ini penyidik Ditreskrimum Polda Sulsel untuk menghentikan penyidikan kasus dugaan pemalsuan,”terang Irfan.

Penasehat hukum lainnya, Jonathan Marpaung, menambahkan, putusan praperadilan harus ditegakkan dan bahwa putusan praperadilan adalah putusan yang final dan tidak ada upaya hukum apapun, sehingga termohon dalam hal ini penyidik Polda Sulsel segera melaksanakan putusan praperadilan tersebut.

“Kami mengapresiasi bahwa putusan hakim sangat berkeadilan,” pungkas Jonathan. Demikian dikutip dari salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here