Ketua Persatuan Journalis Luwu Utara, Yusran : Oknum PNS Dinas Dukcapil Pelaku Kekerasan Terhadap Jurnalis Harus Diproses Hukum, Tidak ada Kompromi !!!

0
68

LUWU UTARA, CNEWS — Ketua Persatuan Journalis Luwu Utara Yusran menegaskan tidak memberi kompromi terhadap pelaku kekerasan terhadap jurnalis di Kabupaten Luwu Utara, seperti dialami oleh jurnalis salah satu media cetak harian yang mendapat perlakuan kekerasan oleh salah satu pegawai negeri sipil pada Dinas Dukcapil Luwu Utara, pada Jumat (31/3/2017).

“Kami tegaskan pelaku kekerasan terhadap jurnalis ini harus diproses hukum dan tidak ada kompromi. Kami meminta Kapolres Luwu Utara untuk melanjutkan proses hukum terhadap oknum PNS Dinas Dukcapil Luwu Utara karena telah melakukan penganiyayaan terhadap jurnalis dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik,” tegas Yusran kepada Celebesnews di Mapolres Luwu Utara usai mendatangi Polres.

Kasus kekerasan terhadap jurnalis ini bermula saat wartawan salah satu media cetak harian atas nama Sahruddin ingin menemui Kepala Dinas Dukcapil untuk melakukan wawancara terkait blanko E-KTP, tetapi pada saat itu kepala dinas tidak berada di kantor. Karena itu, sambil menunggu kepala dinas kembali ke kantor Sahruddin mencoba melakukan komunikasi terhadap beberapa staf di kantor itu, namun tiba-tiba salah seorang PNS atas nama Said datang dan marah-marah kepada Sahruddin.

Tidak berhenti sampai disitu, entah dipicu karena persoalan apa, Said tiba-tiba hendak memukul tetapi beberapa orang staf melerai dan menyuruh korban untuk meninggalkan ruangan melalui pintu belakang, tetapi Said mengejar Sahruddin dan sempat melayangkan pukulan mengenai bahunya.

Tidak terima dengan perlakuan kekerasan tersebut, solidaritas jurnalis Luwu Utara dan dan Kota Palopo mendatangi Kapolres Luwu Utara AKBP Dhafi di Rumah Jabatan meminta pelaku diberi sanksi tegas karena telah melakukan kekerasan terhadap jurnalis apalagi sedang menjalankan peliputan.

Kapolres Luwu Utara berjanji akan mengawal kasus ini dan memberi sanksi kepada pelaku sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kasus ini saya akan tindak tegas dan untuk sementara pelaku dikenakan ancaman pasal 352. Selanjutnya, jika memang ada luka atau bukti penganiayaan murni maka pelaku bisa saja di jerat pasal 351,” ujarnya.

Dhafi menambahkan bahwa kasus ini juga dijerat UU Pers karena pelaku menghalang-halangi wartawan dalam mengambil berita. Tandasnya. (LAPORAN : FRANS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here