Kejagung Beri atensi Kasus Pembebasan Lahan Bandara, Kejati Siap Lakukan Gelar Perkara

0
2

MAKASSAR —- Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, akan gelar perkara (Ekspos) penanganan kasus dugaan korupsi pembebasan lahan Bandara Sultan Hasanuddin, di Kejaksaan Agung RI.

Rencananya ekspos tersebut, juga akan didampingi oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Jan Samuel Maringka dan Asisten bidang Tindak Pidana Korupsi (Aspidsus) Kejati Sulsel, Tugas Utoto.

Ekspos tersebut dilakukan untuk, memaparkan sudah sejauh mana perkembangan. Serta penanganan perkara tersebut, yang kini dalam tahap penyidikan.

Dimana proyek pembebasan lahan, untuk perluasan bandara tersebut, diduga telah menimbulkan kerugian negara, sebesar Rp317 miliar. Berdasarkan hasil audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel.

“Hari Senin rencana eksposnya kita gelar di Kejaksaan Agung,” kata Koordinator Satuan Khusus (Satsus) Kejati Sulsel, Hidar, Jumat (32/3/17)

Dimana dalam kasus ini penyidik Kejati Sulsel telah menyeret sembilan orang tersangka yaitu, Kepala BPN Kabupaten Maros, Andi Nuzulia, Hamka (Kepala Sub Seksi Pengaturan Tanah Pemerintah). Hartawan Tahir (Kasubsi Pendaftaran), Muhtar (Juru Ukur), dan Hijaz Zainuddin (mantan Kasi Survey Pengukuran dan Penataan Kota).

Kemudian, Camat Mandai Maros, Machmud Osman, Kepala Desa Baji Mangai, Raba Nur; Kepala Dusun Bado bado, Rasyid dan seorang Kepala UPTD Maros, St Rabiah.

Selain penetapan tersangka, penyidik Kejaksaan juga telah menyita sejumlah aset tersangka berupa 14 rumah, enam mobil, tiga motor dan beberapa hektar tanah dan barang berharga lainya.

Total taksasi aset kerugian negara yang berhasil dipulihkan sampai saat ini oleh Kejaksaan ditambah hasil penyitaan uang mencapai Rp 25 miliar dari total kerugian negara berdasarkan audit BPK mencapai Rp 317 miliar lebih. Demikian dikutip dari salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here