PROFIL Ketua Badan Penelitian Aset Negara, Aliansi Indonesia Kota Makassar, Ibrahim Anwar Belajar dari Semangat “Resopa Temmangingi”

0
14

MANUSIA lahir dengan sejarahnya sendiri. Dan setiap sejarah selalu punya cerita. 21 tahun lalu ia meniti karier dari bawah, lalu berdiri di puncak, Ibrahim Anwar baru sadar kesuksesan bukanlah pemberian cuma-cuma. Sukses adalah kerja keras.

Namun begitu, tugas berat masih membentang kedepan. Warga masih menginginkan perubahan yang lebih besar. “Kita memang baru memulainya. Tapi pondasi telah kita tancapkan. Tinggal bagaimana kelanjutan agar kontribusi positif terus bisa dilakukan. “Saya harap dukungan semua kalangan. Karena saya sadar semua elemen penentu dari sebuah pembangunan atau apapun itu,” tuturnya.

Kini, menjabat Sebagai Ketua Badan Penelitian Aset Negara, Aliansi Indonesia Kota Makassar, bagi Ibrahim Anwar hanyalan pelayan yang diberi mandat untuk melaksanakan hak-hak rakyat. Inilah tugas selanjutnya yang membentang dihadapanya. Di pundak pria inilah harapan baru perubahan-perubaha kini digantungkan.

Menjadi ketua Ketua Badan Penelitian Aset Negara, Aliansi Indonesia Kota Makassar tak lantas membuat langkahnya lebih mudah. Justru, di sinilah pria berdarah Luwu ini belajar memulai segalanya.

“Saya pikir setelah menjadi ketua dan berada pada posisi seperti ini akan lebih mudah. Ternyata tidak. Justru dari sini butuh pengabdian dan pengorbanan besar untuk berbuat lebih besar lagi kepada masyarakat,” ujarnya.

Pengalamannya memimpin lembaga penelitian aset negara memiliki tantangan terberat. Tak sedikit hambatan yang nyaris membuatnya meninggalkan profesi itu.

Namun seiring dengan perjalanan waktu membuatnya semakin dewasa dan matang dalam berpikir serta bertindak.

Api naluri sebagai pekerja keras mendorongnya untuk terus berkarya dan mengabdikan diri, kali ini dengan menjadi ketua Ketua Badan Penelitian Aset Negara, Aliansi Indonesia Kota Makassar. “Saya selalu haus dengan ilmu dan pengalaman, makanya meski di tengah kesibukan saya juga berupaya selalu sempatkan diri untuk selalu bergaul dan melakukan silaturahim,” katanya.

Ibrahim Anwar mengaku mensyukuri apa yang telah diraihnya sekarang. Meskipun, itu bukan puncak dari segalanya.
Ia mengatakan, berkarier di mana pun saja, yang terpenting adalah kerja keras.

Kata orang Bugis “Resopa temmangingi malomo naletei pammase”. Hanya kerja yang tidak kenal lelah yang akan mendapat rahmat dari Allah. “Saya percaya itu. Bahwa dalam setiap kerja keras selalu ada campur tangan Allah. Jadi antara kerja keras dan rahmat itu dua dimensi berbeda yang saling mengait,” katanya.

Menurutnya, rahmat akan diturunkan Allah jika seseorang bekerja keras. Sebaliknya, keras keras harus diikuti oleh langkah-langkah spiritual atau pendekatan diri pada Sang Pencipta.

Kedua dimensi ini harus dipegang erat seseorang. Karena kunci-kunci kesuksesan ada pada keduanya. Seseorang kata Ibrahim Anwar tidak akan sukses hanya dengan pendekatan spiritual, tanpa ikhtiar. Sebaliknya pun demikian, ikhtiar saja tidak cukup. Seseorang butuh berkah dari Allah, dan itu hanya bisa diraih dengan pendekatan spiritual.

“Itu yang menjadi pegangan saya selama ini yang berkecimpung sebagai abdi Negara, dan selanjutnya dimanapun saya berada,” tuturnya dengan lembut. Kuncinya kerja keras dan doa. Saya merasakan betul besarnya kekuatan doa dalam setiap kerja keras saya,” bebernya.

Ibrahim menuturkan, pengalamannya dalam meniti karier, tidak jarang ada banyak tawaran yang mengajaknya bergabung di perusahaan-perusahaan besar, dengan seleri yang menggiurkan. Namun ia memilih tetap berada di lembaga Betua Badan Penelitian Aset Negara, Aliansi Indonesia.

Menurutnya, sulit untuk meninggalkan lembaga ini yang telah membesarkannya dan memberinya banyak hal. Di siitulah dia meniti karier. Pernah menjadi prajurit, sebelum akhirnya mendapat kepercayaan menjadi seperti saat ini.

Farameter sebuah profesionalisme kata dia adalah integritas dan kinerja. Keduanya tidak bisa diukur dengan materi, karena hanya dimiliki oleh orang-orang yang bekerja dengan dedikasi yang tulus. Itulah kunci sukses Ibrahim Anwar. Ia mampu menjaga integritas dan kejujurannya.

“Kejujuran ini juga berperan penting dalam karier kita. Kalau Anda bisa bekerja dengan jujur, akan memudahkan Anda menuju sukses. Saya mempraktikkannya selama ini. Dalam perkara sekecil apapun saya selalu berusaha jujur,” jelasnya.

Ini pula yang Ibrahim tularkan di lingkungan lembaganya. Ia berusaha agar bawahannya juga bersikap jujur dalam bekerja. Yang tidak kalah penting adalah dukungan lingkungan, rekan kerja dan keluarga.

Menurut Ibrahim, lingkungan berperan besar dalam membentuk karakter seseorang. Karakter seseorang di lingkungannya, menentukan karakternya di dimana ia bekerja. Semakin baik hubungan sosial seseorang dengan lingkungan tempat tinggalnya semakin besar potensinya dalam  berkarier.

“Jadi sikap prilaku kita sehari-hari itu akan tertular dalam semangat kerja. Semakin baik prilaku kita, Insya Allah hasil kerja kita juga akan memuaskan,” sebut Ibrahim.

Begitu juga rekan kerja bisa menjadi sumber motivasi dalam mengejar target. Ketika kekompakan Di  Badan Penelitian Aset Negara, Aliansi Indonesia, Ibrahim akan berbuat sekuat tenaga dalam membesarkan organisasi ini. Tidak sedikit yang akan dilakukan dalam membangun lembaga ini kedepan. Intinya, adalah terus junjung semangat kebersamaan itu. (LAPORAN : MUHAMMAD YUNAR — CELEBESNEWS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here