Pelindo IV Minta Kepolisian Bantu Awasi Pembangunan Proyek

0
3

Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero), Doso Agung meminta pihak kepolisian membantu untuk mengawasi proyek-proyek strategis Perseroan, terutama sembilan proyek strategis yang menggunakan dana Penyertaan Modal Negara (PMN).

Doso Agung mengatakan, cakupan wilayah Pelindo IV cukup luas dibandingkan Pelindo yang lainnya, yaitu sekitar 49,7% atau hampir separuh wilayah Indonesia . “Wilayah kami yaitu lebih dari delapan provinsi di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Jadi, jika persoalan di Pelindo IV bisa diselesaikan, otomatis separuh masalah di Indonesia terselesaikan pula,” katanya dalam sambutan pada Sosialisasi dan Pengarahan Kapolda Sulsel Irjen Pol. Muktiono di Pelindo IV, Senin (3/4/2017).

Dia menuturkan, pihaknya selalu melibatkan pihak kepolisian, kejaksaan dan instansi lainnya dalam setiap lelang proyek yang dilakukan, utamanya sembilan proyek strategis yang masing-masing berlokasi di Ambon, Ternate, Jayapura, Sorong, Manokwari, Bitung, Kendari, Tarakan dan Merauke.

“Sekarang ini sembilan proyek strategis itu sudah dalam proses pembangunan. Tapi, kami tetap meminta pihak kepolisian untuk mengawal [pembangunannya].”

Lebih jauh Doso Agung juga mengatakan, pihaknya juga bersyukur dan berterima kasih atas kerja sama yang terjalin selama ini dengan pihak kepolisian karena berhasil menjadi dua terbaik secara nasional untuk penurunan dwelling time di pelabuhan, khususnya di Pelabuhan Makassar.

Menurutnya, keberhasilan [penurunan dwelling time] itu karena kekompakan dari semua pihak, tidak hanya dari pihak Pelindo IV tetapi juga semua pihak yang terlibat didalamnya, termasuk pihak kepolisian.

Tidak hanya penurunan dwelling time, kerja sama dengan pihak kepolisian juga sangat dirasakan Pelindo IV dalam melakukan sistem pengapalan langsung ke luar negeri atau direct call.

“Alhamdulillah saat ini pengiriman kontainer ke luar negeri sudah mencapai 300 hingga 400 box per minggu, dari awalnya hanya 48 box. Semua itu berkat kerja sama dengan semua pihak, terutama dalam hal pengurusan dokumennya. Karena dikatakan ekspor langsung, jika dokumen ekspor dikeluarkan di daerah tempat pengiriman barang, seperti Makassar,”papar Doso Agung.

Selain Makassar lanjut dia, saat ini ekspor langsung dari KTI juga sudah dilakukan dari Pelabuhan Jayapura, Pantoloan, menyusul Bitung, Balikpapan dan daerah lainnya.

Dengan kegiatan ekspor langsung yang dilakukan Pelindo IV selama ini, tercatat biaya logistik mengalami pengurangan rerata US$200 per kontainer. “Yang lebih menggembirakan lagi, ekspor langsung bisa membangkitkan ekonomi daerah, di mana Sulsel juga tercatat berhasil meraih triliunan rupiah dari pengurusan ekspor langsung di beberapa instansi,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Sulsel Irjen Pol. Muktiono mengatakan, selama ini pihaknya sudah menerapkan pola kerja sama yang efisien, terutama dengan pihak Pelindo IV sebagai salah satu pelaku ekonomi di daerah.

“Salah satu contoh, kami [kepolisian] kini sudah meniadakan satu perizinan dari tiga perizinan yang harus dikeluarkan, untuk mempercepat proses penurunan dwelling time di empat pelabuhan utama di Indonesia,” kata Muktiono dalam Sosialisasi dan Pengarahannya yang bertema “Peran Kepolisian sebagai Akselerator Pembangunan Ekonomi Nasional.”

Menurutnya, agar perekonomian Indonesia menjadi lancar, daerah kepelabuhanan harus mendapat perhatian lebih. “Kalau ekonomi lancar, otomatis kemajuan daerah akan tercapai,” ucapnya. (ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here