Mengadu ke DPRD, Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Luwu Utara Tantang Kejaksaan Periksa Dana BOS di Rampi

0
6

LUWU UTARA, CNEWS — Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Luwu Utara (ALMAMATER) yang tergabung dari lembaga Ikatan Pelajar Mahasiswa Rampi (IPMR), HIMALAYAH, Germas Luwu Utara, pada selasa 04/04/2017 menggelar demonstrasi di kantor Bupati dan Kantor DPRD Luwu Utara.

Dalam aksi demo tersebut dihadiri sekitar 40 gabungan elemen mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mendesak DPRD Luwu Utara menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintahan, secara khusus di bidang pendidikan.

Dalam orasinya disampaikan oleh jendral lapangan Akbar kondisi pendidikan di Luwu Utara, secara khusus di Kabupaten Rampi sudah berada pada tahap memprihatinkan. Alih-alih para siswa bisa mendapatkan pemerataan pendidikan, dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) di daerah ini saja tidak jelas. “Kami meminta lembaga wakil rakyat untuk hadir dan turut mengawasi sekolah-sekolah di Kecamatan Rampi. Selama ini para siswa tidak pernah mendapatkan pendidikan maksimal, demikian pula penggunaan dana BOS, peruntukannya tidak jelas,” tandas Akbar.

Kesal dengan kondisi pendidikan di Kecamatan Rampi yang terkesan tidak mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah, Demonstran lainnya Yertin menantang kejaksaan dan kepolisian untuk masuk melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan dana BOSĀ  mulai dari sekolah tingkat SMA, SMP dan SD. “Kami sabagai refresentasi dari masyarakat Rampi, meminta kejaksaan dan kepolisian datang ke Rampi, periksa penggunaan dan aliran dana BOS di sekolah-sekolah, kami menuggu itu, demi perbaikan pendidikan anak-anak Rampi,” ujarnya.

Keterbelakangan pendidikan yang dialami anak-anak Rampi di sekolah memang menjadi keresahan tersendiri bagi warga yang berada di kawasan pegunungan tersebut. Betapa tidak, selain penggunaan dana BOS yang dinilai tidak jelas, juga buku-buku pelajaran yang digunakan di sekolah masih menggunakan kurikulum lama, dan buku-buku mata pelajaran masih serba kekurangan.

Dalam aksinya, elemen mahasiswa Rampi ini juga meminta perhatian serius dari Pemerintah Daerah Luwu Utara tekait banyaknya keluhan masyarakat Rampi yang sangat membutuhkan perhatian, secara khusus dari Bupati Luwu Utara diantaranya perlunya perbaikan Bendungan Desa Onondowa mengingat seperti disaat musim penghujan saat ini tidak jarang terjadi luapan dan berakibat pada irigasi lahan pertanian.

Dari beberapa poin yang disampaikan dalam orasi pada aksi ALAMATER ini, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Luwu Utara Andi Sukma, S.Sos mengapresiasi kritikan positif tersebut dan akan segera mendindak persoalan ini, katanya dihadapan para demonstran.

Selain itu demonstran yang tergabung dalam Aliansi ALMAMATER tersebut memuat point-poin tuntutan dalam selebaran yakni :
1. Menuntut PEMDA Luwu Utara untuk memperbaiki jalan berlubang yang akhir-akhir ini sudah menelan beberapa korban akibat rusaknya jalan Poros Trans Sulawesi, seperti di Desa Kalotok dan Padang Sarre
2. Menolak tindakan represif aparat penegak hukum (Kepolisian) terhadap masyarakat Seko.
3. Menolak pengadaan kondom bergetar
4. Mendesak Pemda segera menanggulangi bencana Banjir
6. Mendesak Kepolisian Dan Kejaksaan untuk segera memeriksa penggunaan dana BOS khususnya daerah Kecamatan Rampi. ( LAPORAN : FRANS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here