Dirjen Hubla Kementerian Perhubungan : GM Harus Hati-hati Penerapan Tarif

0
52

Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla), Kementerian Perhubungan, Antonius Tonny Budiono meminta para general manager (GM) cabang di wilayah PT Pelindo IV (Persero) agar berhati-hati dalam melakukan penerapan tarif di pelabuhan.

Hal itu ditegaskan Antonius saat memberikan arahan kepada peserta Rapat Kerja (Raker) I/2017 PT Pelindo IV, Jumat (7/4/2017).

Menurutnya, kejadian operasi tangkap tangan (OTT) yang terjadi di Pelabuhan Samarinda beberapa waktu lalu bisa menjadi contoh bagi para GM lainnya, untuk selalu berhati-hati. “Untung GM Samarinda aman [tidak terlibat] dalam peristiwa OTT tersebut,” ujarnya.

Dia mengatakan, salah satu upaya untuk mencegah hal itu [OTT di Pelabuhan], para GM dan direksi harus seirama. “Apalagi, di mata Menteri Perhubungan, Pelindo IV sudah mendapat penilaian tersendiri, khususnya karena Dirut Pelindo IV Doso Agung yang selalu berusaha mengupayakan membuka kran ekspor dari pelabuhan-pelabuhan kelolaan,” kata Antonius.

Di mata Menteri Perhubungan lanjut dia, Dirut Pelindo IV Doso Agung terkenal sebagai investor direct call dan hal ini menjadi catatan tersendiri bagi Menhub.

Namun, dia mengingatkan kepada Dirut Pelindo IV Doso Agung agar selalu memperhatikan pembangunan proyek-proyek yang tengah dilakukan, terutama terkait persoalan Amdalnya. Kata Antonius, jangan sampai saat dilakukan ground breaking oleh presiden, masih ada beberapa catatan penting yang mesti diselesaikan.

Dia berharap, para GM bisa langsung mengonsultasikan kepada direksi, jika terdapat kendala atau masalah di lapangan. “Kalau perlu, bisa konsultasi langsung ke saya [Dirjen Hubla]. Jangan sampai kasus OTT di Pelabuhan Samarinda terjadi di pelabuhan lainnya dan melibatkan Pelindo IV,” pesannya.

Tetapi dengan kejadian itu [OTT di Pelabuhan Samarinda], dia juga berharap mudah-mudahan kasus tersebut dapat menjadi pelajaran dan membuat Pelindo IV Cabang Samarinda menjadi lebih baik lagi kedepan.

Komisaris Utama Pelindo IV, Agus Purwoto dalam sharing session kepada peserta Raker I/2017 di hari ketiga ini [Jumat], berharap kasus pungutan liar (pungli) tidak terjadi di Pelindo IV. “Memang kita yang jadi korban. Tapi kita juga harus tetap selalu waspada,” tegasnya.

Dalam menjalankan setiap tugas yag dibebankan, dia berharap semua staf dan karyawan di Pelindo IV bersikap kompetitif yang sehat dan fair, jangan ada saling iri hati. “Karena justru dari trial and error, kita bisa belajar untuk lebih maju dan menjadi besar.”

Dia juga menekankan agar komunikasi antara para GM dan direksi harus selalu nyambung, untuk mengikis disparitas pola pikir dan pandangan.

Sementara itu, dalam arahan dan penutupan Raker I/2017, Direktur Utama Pelindo IV, Doso Agung menegaskan bahwa semua GM harus tetap optimistis, bagaimana mencari pendapatan dan mengurangi biaya.

“Pertumbuhan pendapatan usahakan harus lebih tinggi daripada pertumbuhan biaya,” katanya.

“Kita harus bersyukur, semua komisaris di Pelindo IV kompak. Karena kekompakan inilah yang menjadi modal dasar bagi kita [Pelindo IV],” lanjut Doso Agung.

Dia menambahkan, tahun ini ada tujuh kebijakan Perseroan yang harus dilaksanakan, utamanya oleh para GM di masing-masing cabang. Pertama, kebijakan yang diarahkan untuk kerja sama usaha seluruhnya. Kedua, investasi internal hanya memerlukan pelayanan inti dan tidak bisa dikerjasamakan.

Ketiga, buat peluang pasar atau terobosan baru (market niche). Keempat, efisiensi di segala lini sebagai basis kinerja. Kelima, penataan sistem dan prosedur berbasis online/cashless. Keenam, penataan TKBM, TUKS dan Good Governance dan yang ketujuh adalah, MoU dengan kapolda dan kajati untuk kelancaran operasi atau pengembangan usaha. (ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here