Penyidik KPK Novel Baswedan Disiram Air Keras Usai Salat Subuh, Diduga Upaya Hentikan Pengusutan Kasus E-KTP

0
43

Pagi hari ini, 11 April 2017, kita dikejutkan dengan sebuah aksi teror keji. Penyidik KPK Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal, saat Novel pulang dari salat subuh berjamaah.

Patut diduga aksi penyerangan ini dilakukan oleh koruptor yang memusuhi gerak Komisi Pemberantasan Korupsi.

Syamsuddin Alimsyah, Direktur Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia mengatakan,  serangan ini   bukan teror ke novel pribadi saja. Melainkan teror atas gerakan pemberantasan korupsi secara keseluruhan.  Bahkan teror ini bisa dipersepsikan diarahkan juga kepada negara  yang selama ini pemerintahnya tdk jelas berdiri di mana.

Pemerintahnya seolah senyap selama ini dalam pemberabtasan korupsi. Ada diucapan tapi tdk ada ditindakan dalam penegakan hukum.

Kejadian ini sesungguhnya menjadi tamparan oleh koriptor bagi pemerintah skrg yg cendrung seolah main aman. Sebaliknya koriptor semakin ganas dan memperlihatkan kekuatan.

“Kita tidak bisa diam. Negara harus hadir mengusut kasus ini secara tuntas,” kata Syamsuddin, Selasa 11 April 2017.

KOPEL juga mendesak pemerintah dalam hal ini Presiden sudah saatnya tegas memposisikan dirinya  sebagai panglima besar dalam pemberantasan korupsi yang memiliki kepekaan dan antisipasi.

Kasus terbesar di depan mata dan sedang berproses sekarang adalah kasus mega korupsi E -KTP  dan melibatkan para elit di negeri ini.

pemerintah harus mendukung penegak hukum segera menuntaskan kasus ini. “Bukankah KPK dari awal sudah terang juga menjelaskan ini,” kata Syamsuddin.

Negara melalui pemerintahnya bila benar peduli anti korupsi seharusnya mengerahkan seluruh kekuatan menjaga KPK untuk menuntaskan cepat kasus ini.

Bayangkan, rakyat dipaksa bayar pajak dan denda bila telat. Tapi praktik korupsi dibiarkan terus. “Akan menjadi ironi bagi publik,” katanya.

KOPEL dengan tegas mengecam dan mengutuk keras kasus ini. Pelakunya harus diusut secara tuntas dan transparan. “Dan juga mendesak Presiden sekarang untuk lebih tegas memperlihatkan keberpihakannya atas pemberantasan korupsi,” (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here