LSM Pers Minta Polisi ‘Garap’ Oknum Kepala Desa ‘Nakal’ Pungut Biaya Prona, Beratkan Masyarakat

0
5

LUWU UTARA. CNEWS — Ada-ada saja yang dilakukan oleh oknum kepala desa di Kabupaten Luwu Utara. Bukannya takut dan mau belajar dari sejumlah kasus penangkapan yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap pungutan liar, justru ditengarai terdapat oknum kepala desa yang berani melakukan pungutan terhadap program gratis pemerintah untuk pengurusan Prona.

Gerah dengan sikap ‘nakal’ sang oknum kepala desa tersebut, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pers Luwu Utara meminta aparat kepolisian ‘menggarap’ oknum kepala desa tersebut agar masyarakat tidak dirugikan. “Dari temuan kami di lapangan ada kepala desa nakal yang memungut biaya pengurusan Prona. Padahal sudah jelas ini program gratis dari pemerintah untuk membantu masyarakat. Nah, apanya yang mau dipungut. Kami berharap dengan dipublikasikannya berita ini akan menjadi pintu masuk buat kepolisian mengusut dugaan pungutan liar tersebut,” kata salah seorang anggota LSM Pers Luwu Utara Almarwan didampingi Supriadi bersama Mursalim kepada Celebesnews, Rabu (12/4/2017).

Menurut Almarwan, dugaan pungutan liar terhadap pengurusan Prona oleh oknum kepala desa dipatok dengan nilai bervariasi, mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu per persil. Bila warga keberatan, sang oknum kepala desa tersebut siap mengembalikan pungutan yang telah dilakukan, namun sertifikat warga ditarik oleh kepala desa.

Tidak hanya itu, karut marut persoalan pertanahan di Kabupaten Luwu Utara juga perlu mendapat atensi dari Kanwil BPN. Betapa tidak, dari temuan yang dilakukan oleh LSM Pers Luwu Utara, persoalan yang muncul seperti pada saat dilakukan pengukuran sebidang tahan yang tanpa memenuhi unsur ukur. “Kami menemukan ada beberapa tanah yang dilakukan pengukuran tanpa adanya tanda ukur atau batas lokasi antara satu dengan yang lainnya. Nah, ini bisa saja memicu persoalan ditengah-tengah masyarakat bila lahan yang diukur tersebut jangan sampai tidak jelas pembatasnya,” tandas Almarwan. (sir/frans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here