Pacu Elektrifikasi, PLN Sulselrabar Siapkan Sejumlah Program

0
6

MAKASSAR — Perbandingan jumlah penduduk yang menikmati listrik dengan jumlah total penduduk atau rasio elektrifikasi di wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar) kini sudah diposisi 92%. PT PLN (Persero) pun menyiapkan sejumlah program untuk mengejar rasio 98% hingga tahun 2019 mendatang.

General Manager PT. PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar, Bob Saril mengatakan, secara internal perseroan kini tengah menekankan perlunya percepatan eksekusi untuk mencapai kinerja unggul tahun 2017 ini. Hal itu sesuai arahan dari Kementerian BUMN dan Direksi Utama PLN agar terus bersinergi dan bekerja keras untuk meningkatkan pelayanan.

Pelayanan itu terkait ketersediaan listrik untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 5.5%. Selain itu juga, untuk mendukung komitmen mencapai rasio elektrifikasi sebesar 98% pada tahun 2019.

“Posisi rasio elektrifikasi di wilayah Sulselrabar saat ini sudah 92 persen. Kami telah menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan rasio ini,” kata Bob di acara Rapat kerja (Raker) PT. PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar, di Hotel Gamara, kemarin.

Dalam upaya tersebut, perseroan tahun ini konsentrasi pada beberapa program pertama meningkatkan penjualan tenaga listrik dan meningkatkan keandalan pembangkit. Kedua, pengembangan transmisi dan distribusi serta gardu induk.

Termasuk program listrik masuk desa yang cakupannya semakin di perluas untuk ke pelosok desa yang belum menikmati aliran listrik.

Adapun kondisi sistem kelistrikan Sulselrabar saat ini dalam wilayah cakupan, yakni Daya mampu pasok PLN Wilayah Sulselrabar sudah mencapai 1.141,6 MW sedangkan Beban Puncaknya sebesar 1.095 MW. Artinya, perseroan masih memiliki cadangan sekitar 46.6 MW.

Selain itu, sistem Sulbagsel sudah terinterkoneksi dengan PLTA Poso sehingga pasokan listrik dapat dialirkan dari pembangkit tersebut. PLN menyatakan siap dalam menghadapi kebutuhan listrik di bulan Ramadhan karena dijadwalkan pembangkit dapat beroperasi secara optimal pada bulan Ramadhan dan PLTU Jeneponto menjalankan pemeliharaan sampai dengan bulan April 2017.

Sementara itu untuk menunjang kehandalan trafo, PLN menjalankan beberapa pekerjaan yaitu menyediakan sebanyak 2.000 trafo sisipan, normalisasi dan menambah trafo serta inspeksi secara rutin.

Demi menambah kapasitas daya mampu, PLN menambah ketersediaan pembangkit yang rencananya akan beroperasi pada tahun 2017 dengan jumlah daya sebesar 342 MW. Beberapa pembangkit tersebut diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan tenaga listrik bagi pelanggan baik dari Sisi rumah tangga maupun bidang industri.

Sekadar diketahui, Raker dengan tema Percepatan dan disiplin eksekusi program kerja untuk mencapai kinerja unggul tahun 2017 itu dihadiri oleh seluruh jajaran Manajemen, Manajer Area dan Para Deputi Manajer PLN Wilayah Sulselrabar.

Raker yang dilaksanakan selama dua hari itu, juga turut menghadirkan motivator Adriana Eko Susanthy, yang memberikan motivasi tentang RAS (Reticular Activation System) untuk menstimulus optimalisasi bagian otak amygdala.

Selain itu juga menghadirkan Inspirator Bupati Bantaeng Prof Nurdin Abdullah. M. Agr, untuk Sharing Eksekusi Program “Kreativitas dan Inovasi untuk menciptakan nilai tambah melalui eksekusi ekselen” yang sudah diterapkan di Kabupaten Bantaeng.

Diharapkan dengan adanya motivator dan inspirator tersebut dapat memotivasi dan menginspirasi para peserta Raker untuk diaplikasikan pada dunia kerja sehingga dapat bersinergi melaksanakan eksekusi program kerja untuk mencapai Kinerja Unggul. Raker ditutup dengan penandatanganan kontrak kinerja 2017 antara GM dan manajer unit. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here