SDN PAM Percontohan Makassar Diduga Pungli, Kepala Sekolah Berdalih Sukarela

0
2

MAKASSAR — Sekolah Dasar Negeri Makassar PAM merupakan sekolah percontohan di Makassar, Sulawesi Selatan diduga melakukan praktik Pungutan Liar (Pungli) kepada orang tua murid untuk mempercantik sekolah saat penyambutan Wali Kota di sekolah tersebut.

“Ada pungutan dilakukan pihak sekolah terhadap kami yang besarannya beragam tanpa ada aturan yang jelas. Ini pungli namanya,” beber perwakilan orang tua murid, Wahidin Kamase di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.

Dirinya menyebutkan uang yang diminta pihak sekolah beragam mulai Rp20 ribu-Rp400 ribu per siswa dengan dalih sukarela untuk membeli cat dan keperluan lainnya guna mempercantik sekolah saat kedatangan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.

Menurut mantan Ketua Umum PBHI wilayah Sulsel itu menuturkan, seharusnya pungutan tersebut melanggar dan patut di pertanyakan kinerja kepala sekolahnya agar dievaluasi Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar termasuk Wali Kota.

Selain itu, Wahidin menyebut punya bukti-bukti pungutan tersebut yang dibebankan kepada orang tua murid berupa sejumlah kwitansi penerimaan dana, sebab keponakannya bersekolah disitu.

“Jangan hanya pencitraan kepada Wali Kota karena sekolahnya bagus dan rapi, tapi semua dibebankan kepada orang tua siswa. Kan ada dana operasional yang bisa digunakan, kemana dana itu,” ujarnya.

Tidak hanya praktik Pungli, kata dia mengungkapkan, sejumlah murid-murid disuruh mengecat sekolahnya, padahal ada tukang yang bisa dipekerjakan, bukannya malah murid bebankan mengecat sekolahnya sendiri.

“Mempekerjakan murid itu adalah bentuk eksploitasi anak yang seharusnya belajar disekolah, bukan malah disuruh mengecat. Ini sudah pelanggaran, saya punya bukti-buktinya,” ungkap dia.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Sekolah SDN PAM Kota Makassar, Burhanuddin membantah dengan tudingan bahwa ada pungli di lingkungan sekolahnya.

Mengenai dengan murid mengecat sekolah, itu hanya keinginan siswa saja dengan dasar sukarela mengecat paving blok lantai dasar agar lebih indah dipandang saat kedatangan Wali Kota Makassar di sekolah tersebut.

Terkait dengan dugaan pungli, dirinya mengaku itu bukan sumbangan wajib, tapi sukarela berapa-berapa saja yang diberikan orang tua siswa itu yang diambil, dan tidak ada pemaksaan

“Jumlahnya kami tidak tentukan, namanya saja sukarela berapa-berapa yang diberi itu yang diambil dan tidak dipatok besarannya berapa,” ujar dia berkilah.

Sebelumnya, kedatangan Wali Kota Makassar di sekolah itu belum lama ini dalam rangkaian kunjungan kerja di sebagai salah satu sekolah dasar percontohan di Makassar, Sulawesi Selatan. Demikian dilansir oleh salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here