Jaksa Telusuri Dugaan Gratifikasi dan Dugaan Pemalsuan Data Base Tenaga Honorer K2 di Kemenag Makassar

0
59

MAKASSAR — Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, mengendus adanya dugaan gratifikasi dan dugaan pemalsuan data base tenaga honorer K2 di kantor Kementrian Agama (Kemenag) kota Makassar.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut beberapa waktu lalu. Laporan dan bukti berkasnya, resmi telah diterima.

Menurut Salahuddin, berkas tersebut kini masih dalam proses. Bahkan menurut dia, pihaknya juga telah meminta keterangan, dari pihak pelapor untuk menguatkan laporan yang diserahkan ke penyidik.
Salahuddin menuturkan, pihaknya untuk saat ini masih tengah mendalami kasus tersebut.

“Belum bisa kita terlalu jauh mengomentari laporan tersebut. Sementara waktu kita masih mendalami dulu berkas laporannya,” ucapnya, Senin (17/4/17).

Dari laporan yang diterima dari pelapor, diduga ada indikasi gratifikasi dan rekayasa data honorer yang bisa berpotensi menimbulkan kerugian negara. Hanya saja, Salahuddin belum bisa langsung mengungkapnya secara langsung sebelum ada alat bukti yang kuat.

Salahuddin menyebutkan, laporan tersebut disampaikan oleh LSM AMI. Laporan itu diduga adanya rekayasa data tenaga honorer K2, pendataan tahun 2005-2010, untuk dijadikan dasar pengangkatan PNS 2013, di lingkup Kantor Kemenag Makassar.

Diduga kuat berdasarkan laporan yang telah diserahkan tersebut, terdapat data tenaga honorer K2 tahun 2005-2010, diduga sengaja direkayasa untuk memuluskan penerbitan SK PNS tahun 2013.

Sementara CPNS, yang telah mengantongi SK PNS tidak memenuhi persyaratan. Seperti yang telah diatur dalam perundang-undangan. Ada sekitar 82 CPNS tahun 2013, sama sekali tidak pernah mengabdi sebagai honor namun telah mengantongi SK PNS. Demikian dilansir oleh salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here