Polres Takalar ‘Garap’ Dugaan Legislator Ijazah Palsu, Dipastikan Segera jadi Tersangka

0
53

TAKALAR —- Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia (KAMRI) menggelar aksi unjuk rasa  di depan kantorr Bupati Takalar. Arus lalu lintas macet ratusan meter, Kamis (19/4/17).

Demonstran  mendesak Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) dan Kejaksaan Negeri (Kajari) Takalar menuntaskan kasus-kasus dugaan korupsi di Takalar. Menurut mereka banyak kasus sampai saat ini belum diproses seperti.

Demonstran dalam orasinya menyebut sejumlah kasus dugaan korupsi, serti di di BPKD, Inspektorat dan Kasus dugaan Ijasah Palsu salah seroang anggota DPRD Takalar.

Kasus dugaan Ijzah Palsu SMA milik salah seorang anggota DPRD Takalar bernisial H AD, ternyata langsung disikapi pihak Kapolres Takalar melalui Kasatreskrim AKP H Andi Alimuddin.

Ajun Komisaris Polisi (AKP) Alimuddin mengatakan,  kasus dugaan ijazah palsu milik legislator tersebut terus bergulir di Polda Sulsel. “Kasus ini statusnya naik jadi penyidikan atau tersangka,” katanya.

Dia menjelaskan, dalam menentukan seseorang sebagai tersangka pihaknya sangat berhati-hati. “Sehingga selalu berkoordinasi dengan pihak Polda Sulsel. Sudah dilakukan gelar perkara dengan alat bukti yang sudah cukup,” ujarnya.

“Kita sudah layangkan surat pemanggilan kepada yang bersangkutan untuk dilakukan pemeriksaan. Recananya pemeriksaan  akan dilakukan 27 April 2017,” katanya.

“Perlu saya sampaikan kepada masyarakat bahwa pihak Polres tidak masuk angin. Dalam setiap penanganan kasus apalagi  dugaan ijazah palsu tersebut, sudah jelas tidak dan terdaftar dipusat,” urai Alimuddin, di hadapan para pengunjuk rasa, Kamis (20/4/17).

“Dalam pemanggilan tersangka untuk kepentingan pemeriksaan  ada prosedural pemanggilan berdasarkan undang-Undang. Pemanggilan pertama tidak hadir pasti ada alasannya yang jelas tidak hadir, disusul pemanggilan kedua tidak hadir pada pemanggilan ketiga jemput paksa,” jelasnya.

Lanjut Alimuddin alat bukti sudah cukup tinggal bersangkutan belum diperiksa.

“‘Kita berharap legislaot ini bisa kooperatif saat dipanggil. Jadi kasus dugaan ijazah palsu ini bukan terlambat, tapi ada pesta demokrasi yang kita kedepankan hingga usai. Jadi kasus ijazah palsu milik legislator terproses dan bersangkutan sudah tersangka,” tandas Alimuddin lagi. Demikian dikutip dari salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here