Jaringan Advokasi Indonesia Tantang Kejaksaan Negeri Buru Kontraktor PLTHM Seko !!!

0
4

LUWU UTARA, CNEWS — Masyarakat Kabupaten Luwu Utara tidak ingin memberi toleransi terhadap kehadiran ‘kontraktor nakal’ di daerah mereka. Kejaksaan Negeri Luwu Utara pun diminta tidak ‘tutup mata’ dan pandang bulu terhadap kehadiran ‘kontraktor nakal’ di wilayah ini. Kasus pengerjaan PLTH Seko menjadi pelajaran berharga bagi warga Luwu Utara. Alih-alih pekerjaan ini sampai tuntas, justru sang kontraktor kini sudah ‘menghilang’ dan meninggalkan bengkalai proyek yang menghabiskan uang rakyat miliaran rupiah tersebut.

Beranikah Kejaksaan Negeri Luwu Utara memburu kontraktor PLTHM Seko ? kini, pertanyaan tersebut menjadi tanda tanya besar masyarakat Luwu Utara. Disini, lembaga penegakan hukum tersebut menjadi harapan terakhir masyarakat, agar tidak ada lagi ‘kontraktor nakal’ di Kabupaten Luwu Utara.

“Dari dari salah satu elemen masyarakat Luwu Utara mendesak Kejaksaan Negeri Luwu Utara tangkap kontraktor nakal di daerah ini. Kasus pengerjaan PLTHM Seko menjadi pelajaran berharga bagi kami yang kini ditinggal oleh PT Manggala Muda Teknik. Tangkap kontraktor bandel, kami tidak mau daerah kami hanya menjadi tempat untuk mencari uang, sementara pengerjaan yang ada tidak rampung. Akibatnya, masyarakat yang dirugikan,” tandas Almarwan, aktivisĀ  Jaringan Advokasi Indonesia (LSM JARI) kepada Celebesnews, Senin 8 Mei 2017.

Ditambahkan Almarwan, sebagai salah satu elemen yang berada di Luwu Utara, untuk kasus PLTHM Seko, Jaringan Advokasi Indonesia siap mendukung kejaksaan negeri dan mengawal kasus ini hingga kontraktor PT Manggala Muda Teknik diperiksa. “Kami akan mendukung penuh langkah kejaksaan negeri Luwu Utara dalam menuntaskan kasus PLTHM Seko di Desa Taloto, cari kontraktornya dan kami ingatkan kejaksaan jangan sampai ‘masuk angin’ ” tandas Almarwan.

Dukungan terhadap Kejaksaan Negeri Luwu Utara untuk memburu kontraktor PLTHM Seko juga datang komponen masyarakat LSM PERS. “Kami mendesak kejaksaan segera membentuk tim mencari kontraktor PLTHM Seko. Kami marah besar dan tidak menerima saat daerah kami justru memicu persoalan lain akibat pekerjaan yang tidak rampung diselesaikan oleh kontraktor,” ungkap Samsir Aktivis LSM PERS.

Oleh karena itu, menurut Samsir sejumlah elemen masyarakat di Luwu Utara akan mengawal dan memonitor kasus ini hingga kejaksaan negeri betul-betul memeriksa kontraktor PLTHM Seko. (LAPORAN : FRANS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here