Oknum Polisi Tabrak Seorang Warga di Maros Hingga Kaki Patah

0
21

MAROS – Pada 3 Mei 2017 lalu, dua oknum polisi menabrak seorang warga Perumnas Tumalia, Kecamatan Turikal, Maros, Idil Akbar (22) sehingga kedua kaki korban patah.

Ayah korban, Alimuddin menjelaskan kedua oknum polisi yang telah menabrak anaknya berinisial YA, diduga bertugas di Polres Maros dan di Polda Sulsel.

Saat itu, Idil dan rekannya Muh Nani pulang dari pesta pengantin seorang rekannya, yang berada di depan Tumalia, Jalan Jenderal Sudirman.

“Saat itu, anak saya pergi pesta pengantin temannya, setelah pulang dari pesta anak saya ditabrak dua oknum polisi, YA yang berboncengan bersama rekannya, dengan mengendarai motor trail polisi,” ujar Alimuddin saat ditemui di RS Salewangan Maros, Selasa 9 Mei 2017.

Kejadian tersebut, saat oknum polisi itu melaju dari arah Maros menuju Makassar, kemudian menabrak korban sampai terlempar sekitar 20 meter di aspal.

Sementara itu, rekan korban Muh Nani yang menemani korban ke pesta pengantin mengatakan, oknum polisi yang menabrak korban masih memakai pakaian dinas kepolisian dan motor trail polisi.

“Saat itu, saya bersama korban dan melihat korban saat ditabrak oknum polisi. Setelah menabrak teman saya, mereka langsung menghubungi beberapa rekannya yang ada Polres Maros untuk segera turun ke lokasi kejadian,” ujar Nani.

Tak lama kemudian, polisi yang dipanggil tersebut tiba di lokasi. Setelah itu, pelaku melanjutkan perjalannya. Korban dilarikan ke RSUD Salewangan Maros. Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan medis dan kakinya pun dipasangi besi khusus.

“Belum ada polisi datang menjenguk dan membantu teman saya, sejak masuk dan dirawat di rumah sakit. Teman saya juga sering muntah darah,” beber Nani.

Pihak keluarga korban meminta kepada polisi untuk bertanggung jawab atas kasus yang menimpa anaknya.

“Kenapa kalau polisi yang menabrak tidak ditahan, sementara kalau kami melakukan hal yang sama, pasti sudah ditahan. Mereka sudah menabrak anak saya, tetapi tidak dikenakan sanksi apa-apa dan terkesan tidak bertanggunggung jawab,” sesal Alimuddin. Demikian dikutip dari laman salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here