Walikota Danny Ziarah ke Makam Raja Bira, Karaeng Loe Ri Bira

0
6

Pinisi adalah kapal layar tradisional khas yang menjadi simbol ketagguhan pelaut orang- orang Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan. Kapal jenis ini masih terus diproduksi hingga hari ini, tepatnya di Desa Bira, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba.

Siapa sangka, perahu penjelajah samudera warisan nenek moyang suku Bugis- Makassar ini awalnya berasal dari salah satu tempat di Kota Makassar yakni di Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea.

Karena itulah, Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto berencana akan memasukkan daerah tersebut menjadi kawasan situs sejarah kota Makassar.

“Memang status tanah di kawasan ini perlu kita lindungi dengan baik. Karena ini sudah menyangkut situs sejarah,” ucap Danny saat hadir di tempat tersebut, (10/5).

Salah satu syarat situs sejarah menurut Danny jika di kawasan itu memiliki cerita dan tokoh yang melatarbelakingi terbentuknya suatu kawasan. Sementara di Kelurahan Bira telah memiliki semua hal itu.

Tinggal kata Danny dirinya akan membicarakan menyangkut status tanah tersebut kepada pihak Kawasan Industri Makassar (KIMA) dan meminta untuk menjadikan lokasi yang dimaksud diserahkan ke Pemerintah Kota sebagai Fasum atau Fasos yang menjadi kewajiban perusahaan. Jika mengacu pada Undang- undang tentang Fasum/ Fasos maka hal ini sangat memungkinkan.

“Tentu ini ada prosesnya dan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi mohon doa ta’ ¬†semua saya akan berjuang untuk itu,” pungkasnya.

Kehadiran Danny di tempat tersebut sekaligus dirangkaikan dengan ziarah ke Makam Raja Bira Karaeng Loe Ri Bira yang dimakamkan di wilayah tersebut.

Danny pun disambut dengan prosesi adat oleh tokoh adat Bira. Di samping itu Ia juga menyempatkan diri mendengar aspirasi warga dan  foto bersama seluruh Tokoh Adat Bira yakni Keluarga Besar Bombang Talluna Bira. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here