Sejarawan Sebut Stadion Mattoanging Makassar Milik Pemerintah

0
83

Tokoh sejarawan yang juga Mantan Sekertaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel, periode 1971 Prof Zainuddin Taha, mengaku jika Stadion Mattoanging beserta venue yang dikuasai Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) merupakan milik pemerintah dan dibawah naungan KONI.

Hal itu terungkap dalam acara diskusi terbuka bertema “Stadion Mattoanging Milik Siapa” ? yang dilaksanakan Forum Bersama (Forbes) Wartawan Olahraga Makassar di Cetengan Caffe telah digelar, Selasa 23 Mei 2017.

“Yang saya tahu bahwa venue tersebut merupakan milik masyarakat Sulsel melalui KONI. KONI yang kelola dan ditunjuk langsung oleh pemerintah saat itu,” ujarnya.

Dia menceritakan, pada tahun 1957 Pekan Olahraga Nasional keempat pada 1957 digelar di Makassar. Akan tetapi, usai PON tersebut terlaksana, seluruh venue olahraga yang dibangun terbengkalai seperti Pacuan Kuda, kompleks olahraga Mattoanging (Kolam Renang) dan lain sebagainya.

Akhirnya, pemerintah pusat membentuk KONI pada tahun 1967 sekaligus ditunjuk untuk mengelola sarana peninggalan venue PON keempat.

“Dan KONI membagi kepada organisasi keolahragaan seperti kolam renang untuk PBRSI, stadion ke PSSI, Pelti untuk lapangan tenis. Seluruh organisasi yang ditunjuk, bertanggung jawab terhadap sarana olahraga dan masuk anggara pemerintah,” jelasnya.

“Tapi saat KONI mengelola dan dana untuk menyalurkan keorganisasi olahraga, kita terkendala dana. Makanya terbentuk Yayasan Olahraga KONI sebagai sarana pencarian dana bagi venue tersebut,” ingatnya.

Namun, kepemimpinan Andi Matalatta sebagai ketua KONI Sulsel pada tahun 1997, merubah nama yayasan Olahraga KONI menjadi YOSS.

“Mengenai terbentuknya YOSS saya tidak tahu lagi sejak saya pendidikan di Belanda,” jelasnya.

Sementara itu, sekretaris KONI Sulsel, Ad`dien mengaku pihaknya berharap agar venue olahraga dibawah naungan YOSS bisa kembali seperti semula. “Bisa tidak YOSS kembalikan ke KONI seluruh sarana itu ?,” tanya Ad`dien dalam diskusi.

Namun Anggota Komisi C DPRD Sulsel, Armin Mustamin Topputiri yang turut hadir menambahkan jika masalah ini bakal diselesaikan secara serius. Dirinya akan merumuskan hal tersebut ke DPRD Sulsel.

“Kita akan kumpulkan data untuk menjadi dasar pemanggilan YOSS, Dispora Sulsel, KONI Sulsel, dan Pemprov. Kita akan menyelesaikan masalah ini terkait anggaran untuk perbaikan. Karena, dana dari pemerintah tidak bisa disalurkan dari Yayasan. KONI saja dulu hanya dapat dana hiba,” tambahnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here