Oknum Guru di Rampi Jarang Hadir Mengajar Sejak 2014 , Kepala Sekolah Pasrah, Dinas Pendidikan Jangan ‘Tutup Mata’

0
2

LUWU UTARA, CNEWS— Ditengah upayakan pemerintah mendorong kemajuan dunia pendidikan di tanah air. Justru apa yang dilakukan oleh salah satu guru di wilayah Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan jauh berbeda dari itikad dan keinginan baik pemerintah memperbaiki dunia pendidikan. Sejak terangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2014, guru satu ini sangat jarang menjalankan tugas mengajarnya di SMP Negeri 1 Rampi.

Akibatnya, siswa di sekolah ini tidak mendapatkan pendidikan dengan optimal karena oleh guru tersebut jarang masuk mengajar dan datang ke sekolah. Kecamatan Rampi secara geografis memang berada di wilayah pegunungan di Kabupaten Luwu Utara. Meski begitu, menilik pada sumpah jabatan calon pegawai negeri sipil bahwa siap mengabdi dan di tempatkan tugas di mana saja berada.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Rampi Amiruddin,S.ag. sudah berulang kali mengingatkan guru yang berinisial AFI, namun tidak pernah diindahkan.  Lagi-lagi sang kepala sekolah dibuat tidak berdaya menghadapi sang guru malas satu ini. Kini, persoalan tersebut ditangan Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Utara, beranikah Kepala Dinas Pendidikan mengambil tindakan tegas agar murid-murid di sekolah ini tidak dirugikan, masyarakat menanti sikap DInas Pendidikan Luwu Utara dan jangan ‘tutup mata’

Salah seorang tokoh masyarakat Rampi Karel Sinta Narai mendesak kejaksaan dan kepolisian untuk masuk menelusi gaji dan tunjangan yang diterima oleh guru tersebut. “Kejaksaan perlu masuk untuk mendalami masalah ini, jangan sampai selama ini tidak pernah datang mengajar tetapi gaji dan tunjangannnya tetap jalan, berarti terima gaji buta dari uang rakyat,” tandasnya.

Sementara itu, saat berusaha dikonfirmasi terkait tidak pernahnya datang mengajar di sekolah SMP Negeri 1 Rampi, handphone miliknya diangkat oleh istri dan dengan suara lantang marah kepada reporter Celebesnews dan mengungkapkan, “Gara-gara kau gaji suamiku ditahan” kata sang istri guru berinisal AFI sambil membentak. (LAPORAN : FRANS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here