Pemuda Islam Maros Kecam Mal Batangase Maros !!!

0
85

MAROS —- Pembangunan Mal atau pusat perbelanjaan baru yang berada di Kabupaten Maros mendapat kritikan pedas dari organisasi kepemudaan, diduga dipolitisasi dengan unsur gambar tidak mencerminkan kearifan lokal yang ada di Kabupaten Maros. Minggu, 4 Juni 2017.

Pembangunan mal yang dikerjakan oleh PT. Anugerah Sukses Lestari sebagai pengembang proyek pembangunan, dalam proses pembangunan mal yang berada di daerah Batangase, Kabupaten Maros awalnya tidak ada masalah dalam proses pembangunan dan seiring berjalannya waktu pembangunan mal sudah pada tahap rampung. Tetapi dalam rampungnya mal tersebut dinilai lebih mirip dengan tempat ibadah.

Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Pemuda Islam Maros, meminta dengan tegas kepada pihak manajemen atau yang bertanggung jawab pada mal Batangase Maros, untuk segera menghilangkan relief, gambar-gambar dan patung-patung yang tidak sesuai dengan budaya kearifan yang dipegang teguh oleh masyarakat Maros.

“Mengingat mal itu adalah Public Space, bukan tempat ibadah sehingga dengan cara memenuhi gambar-gambar yang bergaya barat dan dominasi salah satu agama justru akan memberikan sebuah kesan dan respon negatif dari masyarakat terkhusus masyarakat Maros. Saya sangat yakin ini akan menimbulkan gejolak dari kalangan masyarakat, jika gambar-gambar dan patung-patung dalam mall tersebut tidak dihilangkan,” tutur Sufirman selaku pengurus Cabang Pemuda Islam Maros seperti dikutip dari laman salah satu media online.

Sufirman pun menambahkan bahwa, jika mal tersebut adalah tempat ibadah, maka tidak ada persoalan tetapi ini adalah mal tempat publik dan posisinya yang berada di Maros.

“Kita sangat merespon kehadiran mal atau pusat-pusat perbelanjaan tersbut, tetapi kalau kehadiranya tidak selaras dengan apa yang menjadi setting sosial dan susana kebatinan serta karifan masyarakat justru ini akan menjadi petaka,” kata Sufirman.

Bahkan info yang di dapat oleh Pemuda Islam pegawai yang ingin melamar di mal tersebut harus membuka hijab.

“Dari berbagai info yang berkembang banyak pelamar kerja yang mau diterima jika harus membuka jilbab. Saya kira fakta-fakta ini adalah bentuk hegemoni dari aspek kultural budaya luar,” imbuhnya.

Bahkan Pemuda Islam pun menuntut jika tuntutan ini tidak segera direspon maka Pemuda Islam siap menjadi barisan terdepan bersama semua organ-organ lainnya untuk mengganti sendiri relief, gambar dan patung-patung ornamen tersebut. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here