Babak Baru, Pengusaha Laporkan Mantan Pejabat BPN Makassar ke Kejati Sulsel

0
61

MAKASSAR — Salah seorang pengusaha ternama di Makassar, Jefri Wiseng dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel lantaran diduga telah menyuap mantan pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Makassar, Muhammad Hatta.

Jefri Wiseng resmi dilaporkan oleh Daniel Biantong, SH, MH di Kejati Sulsel. Daniel melaporkan Jefri karena diduga kuat menyuap Mantan Kepala Seksi Sengketa Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Makassar, Muhammad Hatta.

“Muhammad Hatta sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka dan telah di vonis atas kasus gratifikasi dalam pembuatan sertifikat tanah di Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea. Tapi kok penyuapnya belum tersentuh hukum,” ujar Daniel saat ditemui di Kejati, Senin (12/6/2017).

Awalnya Jefri menyuap Hatta untuk memuluskan pengurusan sertifikat tanah yang diakui milik terlapor seluas 3 hektar di wilayah Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea. Meski syarat pengurusan tanah itu tidak lengkap.

“Ini kemudian kami laporkan ke Kajati Sulsel. Karena sampai hari ini pihak penyuap belum tersentuh hukum. Padahal, penyuap dan disuap harusnya ditetapkan tersangka. Bukan hanya penerimanya saja,” tandasnya.

Jefri sendiri menyuap Hatta sebesar Rp 60 Juta. Hal itu dibuktikan adanya bukti transfer melalui Bank BNI.

“Kami juga sudah menyurat ke BPN untuk pertanyakan proses penerbitan sertifikat tanah yang diakui Jefri,” bebernya.

Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Sulsel, Salahuddin mengatakan, setiap laporan yang diterima kejati sebelum diselidiki, tentu perlu dilakukan pengumpulah data dan bahan keterangan. Karena setiap laporan tidak serta-merta langsung diusut.

“Kami pasti melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan terlebih dahulu sebelum mengusutnya. Karena langkah itu, merupakan awal untuk melakukan penyelidikan setiap laporan yang masuk,” cetusnya dikutip dari dari salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here