Nasib Pelabuhan Untia, Diresmikan Presiden Jokowi, Kini Hanya Jadi Tempat Pacaran

0
70
MAKASSAR – Sudah tujuh bulan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Untia diresmikan oleh Presiden Jokowi. Tapi sampai hari ini, aktivitas di pelabuhan yang diklaim terbesar kedua di tanah air ini belum terlihat. Hanya segelintir pemancing yang sering keluar masuk dan duduk di tepi dermaga.
“Mancing ikan di sini lebih tenang. Karena sampai sekarang tidak ada aktivitas kapal membongkar ikan,” kata Cora saat ditemui sedang asyik menunggu umpannya dimakan ikan di sekitar dermaga Pelabuhan Untia Makassar, Sabtu 1 Juli 2017.
Cora mengaku kegiatan memancing di pelabuhan yang bisa menampung 500 kapal ini sudah lama dilakukan. Dari tempatnya memancing, Cora bisa memandang laut dan bangunan kosong di kawasan pelabuhan. Hanya ada petugas keamanan yang berjaga di pintu masuk pelabuhan.
“Aktivitas pelabuhan mati sehingga mancing lumayan tenang. Saya sendiri biasa mancing dari pagi hingga sore hari baru balik ke rumah ,” katanya. Cora memprediksi pelabuhan Untia Makassar bakal selamanya sepi. Karena susah untuk mengalihkan aktivitas yang ada di Pelabuhan Rakyat Paotere Makassar di Kecamatan Ujung Tanah Makassar.

 

Faktor lainnya, kata Cora, fasilitas tempat untuk bersandar kapal di Pelabuhan Untia sangat sempit serta laut di sekelilingnya sangat dangkal. Sementara kapal pengangkut ikan lumayan besar. Seperti yang dapat dilihat di Pelabuhan Paotere Makassar yang ada sejak jaman kolonial Belanda.
“Di sini airnya dangkal jadi agak susah kapal ikan mau sandar bongkar ikan. Selain itu nelayan masih menjadikan Pelabuhan Paotere sebagai satu satunya tempat membongkar ikan yang baik,” ungkap Cora. Cora mengatakan, akses jalan masuk atau jangkauan masyarakat yang biasa membeli ikan ke Pelabuhan Untia Makassar cukup jauh.

“Kami masyarakat sini tentunya berharap pelabuhan ini bisa segera berjalan pasca diresmikan Pak Jokowi. Agar masyarakat sekitar bisa sejahtera atau dapat penghasilan tambahan. Bukan seperti ini yang diharap pelabuhan sebesar ini hanya kerap juga dijadikan tempat berpacaran saja ,” ujarnya. Pelabuhan Perikanan Untia dibangun di atas lahan seluas 5,4 hektare. Dengan menelan anggaran Rp 200 miliar. Dari rencana total anggaran Rp 300 miliar.

Pelabuhan Untia berlokasi sangat strategis di Kawasan Industri Makassar (Kima) dan dekat dengan pelabuhan umum untuk ekspor. Karena itu, pengembangan Pelabuhan Untia diharapkan menjadi sentra produksi perikanan yang terhubung dengan pelabuhan perikanan lain di Sulawesi Selatan, yaitu Pelabuhan Perikanan (PP) Cempae, PP Maccinibajji, PP Kalibone, PP Potere, PP Beba, PP Labuang, PP Barombong, PP Boddia, PP Lonrae, PP Birea, PP Bentenge, PP Kajang, PP Tongke-tongke, dan PP Lappa. Demikian dikutip dari salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here