Direktur PDAM Jeneponto Dilapor ke Kejari Jeneponto oleh Karyawannya

0
32

JENEPONTO – Usai berunjuk rasa di kantor DPRD kabupaten Jeneponto, puluhan pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) melanjutkan aksinya ke kantor Kejaksaan negeri (Kejari) Jeneponto pada Rabu, 5 Juli 2017.

Mereka ke kantor Kejari untuk melaporkan dugan penggelapan gaji dan pembayaran sejumlah jaminan kesehatan pegawai PDAM Jeneponto. “Kami ke sini untuk melaporkan indikasi penyalahgunaan dana di PDAM, penggelapan gaji kami dan pembayaran BPJS, Jamsostek dan Asuransi Bumi Putra yang menunggak beberapa bulan” jelas pelaksana tugas Bendahara PDAM Leo Senopati.
Laporan sejumlah karyawan PDAM Jeneponto itu dibenarkan oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Jeneponto Budi Utama. Menurutnya, sejumlah pegawai PDAM itu melaporkan direktur PDAM Jeneponto Amri Mahadi Kulle terkait penggelapan dana.

“Mereka datang ke sini dengan melaporkan dugaan penggelapan gaji pegawai selama 1 bulan, Penggelapan dana pembayaran BPJS selama 2 bulan, pembayaran Jamsostek selama 5 bulan dan dana pembayaran Asuransi Bumi Putra dan dana pensiun yang tidak terbayarkan selama 5 Bulan,”jelas Budi saat ditemui di halaman kantor Kejati Jeneponto, jalan Sultan Hasanuddin Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Rabu, 5 Juli 2017.

Dari laporan tersebut pihak Kejari berjanji akan mengusut dugaan penggelapan dana tersebut. “Kami akan menindaklanjut kasus dengan meminta kepada pegawai PDAM tersebut untuk membantu kami dalam proses penyelidikan,” kata Budi “Kami butuh bukti-bukti pendukung dalam menangani kasus ini, untuk itu kami harap ke sejumlah pegawai PDAM untuk datang kembali hari senin membawa bukti-bukti pendukung dalam melaksanakan penyelidikan,”ungkapnya lagi.
Setelah melaporkan direktur PDAM Jeneponto di Kejari, Sejumlah pegawai PDAM itu long march menuju lokasi instalasi Induk PDAM untuk mematikan aliran air dan menyegel pintu instalasi tersebut hingga tuntutan mereka dipenuhi. Demikian dikutip dari salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here