Prajurit TNI tewas dikeroyok, pelaku diduga anak anggota dewan

0
30

Prajurit TNI berpangkat Prajurit Dua (Prada) Yanuar Setiawan (20) tewas di keroyok sejumlah pemuda tak dikenal. Prajurit yang masih menjalani pendidikan di Dikjur Infantri di Pulaki-Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, ditikam belati, Minggu (9/7).

Saat kejadian prajurit ini sedang liburan ke rumah kerabatnya di Denpasar. Ia tewas diserang saat sedang berjalan di trotoar Jalan By Pass Ngurah Rai, Jimbaran, Kuta, dini hari sekitar pukul 05.00 WITA.

Korban meninggal dunia akibat luka tusuk yang ada di bagian dadanya. Informasinya berawal saat Sabtu malam korban yang sedang berlibur pendidikan TNI dijemput oleh beberapa temannya yang satu daerah di kodim 1611 Badung untuk bermain ke Nusa Dua tempat tinggal temannya.

“Korban ini katanya seorang Prada yang tinggal di asrama dodik latpur Pulaki, Singaraja, Buleleng. Dia katanya sedang liburan,” ujar salah satu anggota yang enggan disebutkan namanya.

Saat itu korban dan temannya dengan kendaraan 4 sepeda motor melintas di TKP dihadang oleh sekelompok orang. Saat itu para pelaku juga menggunakan sepeda motor, dari sana perkelahian tersebut terjadi.

Saat ini korban yang asal Manggarai, NTT masih berada di Rumah Sakit Surya Husada Nusa Dua, Badung.

Polisi yang mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan akhirnya berhasil menangkap para pelaku. Para pelaku yang berjumlah 4 orang itu diamankan di Polsek Kuta Selatan beberapa jam kemudian setelah kejadian, Minggu (9/7).

Ternyata keempat pelaku ini masih anak bau kencur, bahkan seorang berinisial DKDA (16) diketahui anak anggota dewan Provinsi Bali, yakni DNR.

Informasi yang dihimpun di internal Kepolisian, bahwa pelaku utama yang melakukan penusukan adalah seorang anak anggota DPRD Provinsi Bali.

Kapolsek Kuta Selatan Kompol I Wayan Latra enggan berkomentar banyak terkait penangkapan para pelaku itu. Terlebih saat ditanya soal pelaku utama adalah putra anggota Dewan Provinsi Bali.

Ia hanya menuturkan bahwa pelaku utama penusukan sudah diamankan. Dan kini kasus sedang ditangani oleh Anggota PPA Polresta Denpasar. “Untuk penanganan sudah diambil alih ke Polresta Denpasar,” ucapnya.

Latra menyebut, satu jam usai kejadian pihaknya langsung melakukan penangkapan. Pelaku utama diamankan di rumahnya, kemudian dengan pelaku lainnya. Seluruhnya berjumlah 4 orang.

“Ada tiga korban. Meninggal satu, kemudian yang satu rahang patah dan satunya lagi luka-luka,” tandasnya. (mrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here