Pemerhati Desa Kembali Buktikan Keseriusannya dengan mendatangi Kejari Sinjai

0
3

SINJAI, CNEWS- Andi Darmawansyah salah satu tokoh pemerhati desa di Sinjai, yang sebelumnya mengecam keras bahkan telah melaporkan Yayasan P3AI ke Kejaksaan Negeri (Kajari) Sinjai dengan adanya kegiatan pelatihan bumdesa kini kembali mendatangi Kajari Senin (17/07).

Kedatangan Darmawansyah tersebut di terima langsung oleh, Kasi Intel Kajari Sinjai A. Parawangsyah diruang kerjanya.

Parawansyah mengatakan kedatangan Darmawansyah kali ini untuk mengetahui apa upaya tindakan dari kajari terkait pelaporan atas pelatihan bumdesa beberapa waktu yang lalu yang disinyalir darmawansyah ada unsur pungli.
”  benar, kami sudah terima laporannya tapi kita akan lakukan telaah dulu setelah itu kami akan berkordinasi ke pimpinan kami untuk menindak lanjuti pelaporan Darmawansyah “. katanya.

Sementara Darmawansyah yang di temui CelebesNews.com Senin (17/07) mengatakan ini persoalan profesional pengajuan yang kemudian menimbulkan kerugian negara dan pengelolaan bumdesa seharusnya melihat kondisi geografis Desa.

” secara tidak langsung jika mereka menganggap kalau tidak ada kerugian negara berarti mereka lupa bahwa dana pelatihan berasal dari kas desa (ADD dan APBD Desa) dan ini tidak terlepas dari kas daerah dan kas negara “,

” kalau dikatakan mereka tidak menimbulkan kerugian negara pertanggung jawaban mereka setelah melakukan kegiatan seperti apa? sedangkan pendampingan aplikasi software  yg dijual sebesar Rp. 10 juta hanya selama 6 bulan, ini akan jadi temuan masif di sinjai nantinya “, ungkapnya.

Lanjutnya ia mempertanyakan posisi Alwi dalam yayasan P3AI yang selama ini juga selalu mengeluarkan tanggapan terkait kegiatan pelatihan bumdesa.

” harusnya yang mengklarifikasi kalau dalam bentuk yayasan adalah ketua atau direktur, setahu saya saudara Alwi bukan ketua yayasan tapi saudara Fadli dimana beliau sekaligus kordinator pendamping Desa Kabupaten, yang telah di SK kan Kemendagri yang memang tupoksinya membina dan mendampingi Desa apapun programnya, tapi ingat itu sudah kewajibannya. Lantas kenapa membuat pelatihan yang item kegiatannya sama? “, Kuncinya.

Ketika di tanya terkait pengembalian dana yang telah dibayarkan ke 19 Desa dari yayasan P3AI  Darmawansyah tetap menganggap bukan berarti unsur pungli dan penipuannya tidak ada.

” mereka sudah pernah menerima, sudah jelas ada penipuan, kalau legalitas yang mereka katakan valid kenapa tidak dilanjutkan? jangankan ketua komisi 1 DPRD bidang pemerintahan untuk memberhentikan ini, president saja tidak bisa kalau memang legalitasnya valid “, tutupnya.

Sekedar diketahui sebelumnya Ketua yayasan P3AI Alwi merasa sangat dirugikan karena adanya pembatalan sepihak oleh pemda terkait pelatihan tersebut sedangkan menurutnya kepala desa telah melakukan registrasi. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here