Kelabui Petugas, Ubah Dokumen, Ngaku Muat Kayu Jambu-jambu di Pangkep, Ditangkap Dehhh…

0
271
Kekayaan sumber daya alam berupa hasil hutan jenis kayu di Sulawesi Tenggara seakan tak pernah habis diselundupkan masuk di kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Beragam modus pun telah dilakukan oleh pelaku usaha hutan ilegal (illegal logging) untuk mengelabui petugas. Mulai dari meloloskan kayu-kayu tersebut dari dalam hutan melalui lintas darat trans Sulawesi, hingga menyeberangi lautan. Dengan jalan mengubah isi dokumen muatan angkutan, baik itu truk maupun kapal yang digunakan dengan menyebut kayu jambu-jambu asal kota Baubau Kendari.
Bermula dari kecurigaan warga disekitar pelabuhan kota Makassar yang melihat proses bongkar muat kayu dari salah satu kapal motor (KM) Dharma Ferry ke salah satu truk yang sudah stand by di bibir dermaga, Senin (23/7/2017) pukul 15.00 Wita. Kemudian melaporkan hal tersebut ke Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (BPPH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah III Sulawesi.
Melalui reaksi cepat tim Sporc Brigade Anoa KLHK yang melakukan pengejaran truk bernomor polisi DW 8999 AN bermuatan kayu hingga di kabupaten Pangkep sejauh 50 Km dari kota Makassar. Alhasil, Senin malam, sekitar pukul 23.00 Wita sebanyak 28 meter kubik kayu jenis rimba campuran dan kumea berhasil diamankan oleh tim operasi Sporc Brigade Anoa KLHK.
Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (BPPH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah III Sulawesi Muhammad Nur ketika dikonfirmasi adanya temuan ilegal logging melalui kapal motor yang selanjutnya dibawa ke kabupaten Pangkep, Selasa (24/7/2017).
Ia membenarkan adanya penyergapan illegal loging oleh tim Sporc Brigade Anoa KLHK di kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Dan saat ini barang bukti berupa satu unit bermuatan kayu sudah diamankan di kantornya di Jalan Perintis Kemerdekaan.
” Tim kami sudah memastikan bahwa jenis kayu yang diangkut itu tidak sesuai dengan dokumen. Dan setelah diamati memang benar adanya karena berdasarkan dokumen nota angkutan adalah jenis kayu jambu-jambu. Sementara isi muatan tidak sesuai yakni kayu jenis rimba campuran dan kumea. Untuk pengembangan penyidikan lebih lanjut, kayu asal kota Baubau Kendari, Sulawesi Tenggara ini kami serahkan ke penyidik Gakkum KLHK di wilayah satu Makassar,” kata Muh Nur. (LAPORAN : Ahmad Yusran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here