Pelaku Penganiyaan Terhadap Tenaga Pendidik di Sinjai, ungkap Kronologi Kejadian

0
7

SINJAI, CNEWS- Kasus dugaan tindakan penganiayaan terhadap tenaga pendidik Jamaluddin (45) guru bahasa Arab di salah satu MIS Al-Ihsan Laiyya yang dilakukan oleh pimpinan pesantren Al’Um Laiya HMW di Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai, Senin (24/07/2017) kini berada pada tahap pemeriksaan.

Pelaku HMW saat di introgasi polisi menjelaskan bahwa sebelumnya memang pernah bicara berdua dengan Humas MIS itu menanyakan sekolah yang dia tempati mengajar itu di bawah naungan Departemen Agama (Depag).
“ namun kita satu atap dengan pondok pesantren yang saya pimpin tapi ada aturan dari kementrian untuk mengambil alih sekolah yang dimana jamaluddin tempati mengajar. Karena semua sekolah yang berstatus Madrasah Ibtidayah (MI) itu dibawa kementrian Agama, jadi kalau mau konsultasi harus ke Departemen Agama (Depag) ” Katanya.
Setelah itu, ia menambahkan tidak lama kemudian datanglah Jamaluddin membawa tongkat, tanpa saya sadari langsung dia pukul dari belakang pinggul saya, sehingga saya jatuh kemudian saya tidak bisa kendalikan emosi sehingga saya pukul kepalanya pake tongkatnya sendiri.
Sementara Saksi mata Imran Humas MIS mengatakan, saat itu dirinya menunggu siswa di depan kelas untuk melaksanakan upacara bendera tadi pagi, lalu datang Pimpinan Pesantren Al-UM Laiyya meminta kami untuk meningalkan sekolah ( Berhenti mengajar).
” saya menolak karna meminta surat pemberhentian dari Kemenag dan ia tidak menujukan surat itu, pak jamal ada di belakang saya untuk melerai saya, tiba-tiba terjadi kejadian itu. Pak jamal dipukul bagian kepala beberapa kali dan punggung sampai berdarah, pak jamal pun sempat pingsan” Tuturnya.
Diketahui akibat penganiayaan tersebut Jamaluddin mengalami luka robek pada bagian kepala dengan luka 24 jahitan akibat pukulan tongkatnya sendiri yang terbuat dari pipa besi dan dilarikan ke Puskesmas Bulupoddo untuk mendapat perawatan.
Sedangkan pelaku penganiayaan sudah diamankan di Polres Sinjai untuk dilakukan pemeriksaan lebih dalam, dan atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 357. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here