Warga Berharap Bantuan CSR Pelindo IV

0
31

PAREPARE,—Sejumlah buruh pelabuhan nusantara berharap PT Pelindo memfasilitasi perbaikan kembali grobak buruh menyusul kebijakan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Parepare yang mewajibkan ukuran semua grobak di Pelabuhan Nusantara sama.

“Pertemuan Jumat lalu yang diikuti perwakilan buruh dan pemilik grobak, KSOP meminta untuk keseragaman agar ukuran grobak
yakni untuk panjang 150 cm, lebar 90 cm dan sandaran 50 cm, termasuk gagangnya hanya 70 cm. Sebagai warga yang cari makan di pelabuhan kami setuju, tapi kami minta tolong kalau bisa Pelindo memfasilitasi teman-teman,agar bisa dibantu untuk renovasi grobak. Bayangkan kami membutuhkan dana Rp 200 ribu per grobak untuk merubah ukurannya,” kata Kaharuddin, Seorang buruh pelabuhan.

Batas waktu untuk renovasi grobak ke ukuran sesuai standar dari KSOP, berakhir 15 Agustus akan datang, Selain ukuran, warna grobak yang beroperasi di pelabuhan Parepare juga hanya satu warna, warna orange untuk keseragaman, terang Burhanuddin lagi.

Selama ini, grobak yang dipakai buruh angkut barang untuk menaikkan maupun menurunkan dari kapal melebihi kapisitas daya angkut mobil.

Dihubungi terpisah Ketua Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Yasser Aslan Tjanring mengaku memang ada pertemuan dengan stakeholder di pelabuhan beberapa hari lalu. Agendanya membahas tentang keseragaman grobak yang beroperasi di Pelabuhan.

“Jadi semua grobak sama besarnya tidak bolejh ada yang besar, semua sama, Dalam pertemuan itu, Yasser mengaku sempat mengusulkan kepada PT. Pelindo Parepare untuk membantu para buruh dalam renovasi grobak melalui dana CSR perusahaan BUMN tersebut. Pertimbangannya, bagaimana pun buruh pelabuhan adalah mitra kerja yang secara tidak langsung ikut andil dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan di Pelabuhan.

“Setidaknya buruh punya andil dalam mendukung kenyamanan dan kondusifitas Pelabuhan, makanya saya sempat mengusulkan ke perwakilan Pelindo agar buruh tidak terlalu terbebani dengan kebijakan itu, agar Pelindo memfasilitasi perbaikan atau renovasi kembali grobak buruh, karena bagaimana pun buruh menjadi mitra Pelindo dalam mendukung ketertiban di Pelabuhan, ungkap Yasser.

Selama ini dana CSR Pelindo disalurkan ke pihak luar, kenapa tidak disalurkan kepada stakeholder Pelabuhan seperti buruh.yang kini mencapai 108 orang yang memiliki grobak..

Sementara itu GM Pelindo Parepare Yusida Palesang menegaskan, Pelindo tidak memiliki dana untuk membantu perbaikan grobak dalam bentuk dana CSR. Sebab dana CSR itu untuk kepentingan umum. “Kami juga tidak punya kewenangan untuk menyalurkan dana CSR karena itu ada di kantor pusat dan penyaluran dana CSR itu untuk masyarakat umum dan prosesnya agak lama,” kata Yusida.(effendy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here