Diteror Orang Tak Dikenal, Jurnalis Lapor Polisi

0
3

SINJAI, CNEWS- Salah satu wartawan dari media cetak yang bertugas di Sinjai terpaksa melaporkan perbuatan teror yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab di Polsek Tellulimpoe. Jumat, (28/7).

Lukman Mallongi Jurnalis Media Titah Timur ini mengaku saat ini dirinya diteror dan diancam melalui sambungan telepon akibat tulisan terkait rastra yang beberapa hari lalu sempat diterbitkan.
“ kami melaporkan pelaku teror ini, bukan karena persoalan takut tetapi sebagai pembelajaran agar masyarkat tau tugas wartawan, dan saya juga sudah tau pelakunya sesuai dengan nomor yang digunakan pelaku “, Katanya.
Sementara Direktur Media Titah Timur Andi Nasrul berharap laporan ini akan menjadi pelajaran bagi Masyarakat dan dilakukan proses penanganan dengan baik, agar masyarakat memahami akan tugas jurnalis dan tidak serta merta melakuan intimidasi.
Karena sesuai undang-undang 40 tahun 1999 pasal 18 ayat (1) (2) dan (3) jelas bahwa, barang siapa yang menghalagi-halangi tugas jurnalis maka diancam 2 tahun penjara dan denda maksimal 500 juta rupiah.
“Saya tegaskan bahwa sepanjang kami melaksanakan tugas sesuai kodek etik maka saya akan melindungi sesuai kebijakan redaksi dan aturan yang ada, begitu juga sebaliknya bilamana anggota saya melakukan pelanggaran kode etik maka akan dilakukan proses kebijakan sampai pemecatan “, tegasnya.
Kapolsek Tellulimpoe AKP H. A Syarifuddin​ mengatakan pihaknya siap proses semua laporan yang masuk dan akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut termasuk saksi-saksi dan apabila terbukti sesuai percakapan via telepon, maka akan diperoses sesuai aturan hukum yang berlaku.
“ Kami dari pihak kepolisian akan menindaklajuti laporan ini, dan akan melakukan peroses sesuai aturan yang berlaku”, jelas Kapolsek.
Sebelumnya pemberitaan penjualan rastra kepada warga desa patongko kecamatan tellulimpoe kabupaten sinjai, Salah satu team work titah timur mendapat teror melalui via telepon, Kamis, 27 juli 2017.
Menurut pengakuan team work titah timur “lukman” bahwa sekitar jam 7.30 malam ada nomor baru menelfon menanyakan pemberitaan desa pattongko mengenai harga beras rastra yang dijual 28.000 rupiah dari harga yang sebenarnya yaitu 24.000 rupiah. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here