Anaknya Kawin Lari, Seorang Ayah di Gowa Akhiri Hidupnya dengan Terjun ke Jurang

0
3

GOWA —- Diduga tak kuat menanggung malu setelah anak gadisnya kawin lari, seorang pria di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan nekat mengakhiri hidupnya dengan terjun ke jurang. Jenazah SG (42) ditemukan warga yang hendak memancing di sela-sela bebatuan cadas.

Warga Dusun Gantarang, Desa Ulujangang, Kecamatan Bontolempangang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan itu ditemukan pukul 16.30 Wita Jumat, (28/7/2017) oleh Manai (40), warga Dusun Taipajawa, Desa Bontolempangang, Kecamatan Bontolempangang.

“Saya mancing ikan di sela-sela batu dan ternyata saya dapat mayat,” kata Manai yang dikonfirmasi pada Sabtu, (29/7/2017).

Aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas menemukan sedikit kendala saat membawa jenazah korban dari dasar jurang.

Sebab, terdapat semak belukar dan bebatuan cadas di dasar jurang tempat jenazah korban. Hingga pada pukul 22.00 Wita, jenazah korban diangkat dari dasar jurang.

Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) setempat untuk divisum.

Dari hasil visum tersebut, pihak medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Semalam saya pimpin langsung proses visum dan tidak ada tanda-tanda kekerasan,” kata Kepala Puskesmas Bontollempangang Suaib.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Kompas.com, korban baru empat bulan bulan berada di kampung halamannya setelah menjadi tenaga kerja indonesia (TKI) di Malaysia.

Pihak kepolidian menduga bahwa korban bunuh diri lantaran tak sanggup menanggung malu setelah anak gadisnya kawin lari.

“Korban menghilang sejak seminggu lalu (21 Juli 2017) dan diduga bunuh diri akibat malu anak gadisnya kawin lari dan sesuai adat istiadat setempat ini adalah aib besar bagi keluarga,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan. (kmp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here