Forum Pemuda Sulsel Gelar Diskusi Public

0
1

MAKASSAR, CNEWS — Diskusi publik forum pemuda sulsel, membahas “demokrasi dalam alam pancasila, urgensi perppu nomor 2 tahun 2017 tentang ormas”, yang di hadiri oleh Dr. Muh. Hasrul S.H.M.H, Andi Luhur aprianto S.ip, Andi Muzakkar di CCR Country Coffee Resto jl. Toddopuli Raya, Makassar, Senin (31/7/2017) berlangsung cukup meriah.

Muh Hasrul mengatakan, sebetulnya ideologi negara yakni Pancasila, telah menjadi konsensus final di negara ini. Hanya saja, hadirnya Perppu dinilai tidak cacat prosedural. Menurutnya, hadirnya Perppu tidak patut hadir, jika alasan utamanya untuk membekukan sebuah organisasi.

“Padahal ada UU Nomor 17 Tahun 2013. Di situ bisa digunakan. Tapi nyatakan bukan itu langkahnya,” ucap jebolan Fakultas Hukum Unhas tersebut.

Sementara itu, Luhur mengatakan, perlu memang adanya pengkajian lebih mendalam lagi buat pemerintah pusat, sebelum menelurkan Perppu.

Katanya, negara ini tidak mengeluarkan sebuah regulasi yang tidak semestinya hadir.

“Karena kita sudah sepakat, NKRI dan Pancasila itu harga mati. Hanya memang, proses lahirnya Perppu ini yang saya tidak begitu sepakat,” ujarnya.

Sedangkan Andi Muzakkar Bakal Calon Wakil Gubernur Sulsel tersebut, dalam pemaparannya mengatakan, persoalan Perppu, perlu ada pengkajian mendalam. Contoh kasusnya, HTI dibubarkan lantaran memiliki pandangan ideologi yang berseberangan dengan ideologi negara.

“Salah satu ancaman yang besar adalah korupsi, tapi saya belum pernah lihat korupsi membubarkan negara. Tetapi negara ada yang bubar karena ada persoalan ideologi, prinsip dan paham. Sehingga betapa penting ideologi di dalam negara ini,” papar Cakka.

Persoalan kehadiran Perppu, Cakka yang merasa sebagai eksekutor di daerah, tak begitu terusik dengan kehadiran ormas yang dianggap negara mengancam.

“Jadi saya katakan, Perppu ini dibuat adalah Perppu yang gegabah. Ormas yang mestinya diberi pembinaan, malah dibinasakan. Dan saya tegaskan, Pancasila itu harga mati. Jadi negara meski perlu menelaah dulu sebelum keluarkan Perppu. Karena saya menganggap, negara ini masih baik-baik saja,” paparnya. (zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here