Sayang, Dinas Sosial dan BPJS Beda Data. Warga Sinjai Barat Terlantar di Makassar

0
3

KETERANGAN GAMBAR : — ilustrasi–

 

 

SINJAI, CNEWS – Terkait persoalan keluhan warga Desa Turungan Baji Kecamatan Sinjai Barat, Mariani yang saat ini tengah kebingungan di Makassar akibat ketidak jelasan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Penerima Bantuan Iuran (PBI) milik anaknya Rifaldi (16) yang akan dioperasi karena mengalami penyakit (Pembekuan darah pada lengan kanannya) dan diagnosa Lesi Hemorganik, pihak yang berkaitan saat dikonfirmasi ternyata memiliki data dan penjelasan yang berbeda.

Salah satu staf Dinas Sosial Kabupaten Sinjai saat ditemui awak media Jumat (04/08), mengaku kalau data yang dimaksud masih aktif.
“Masih ada daftarnya pak, dan ini ditanggung oleh pemerintah”,Katanya pada media.
Di lain sisi pihak BPJS Sinjai, Erfina (Staf Kepesertaan Kantor Layanan Oprasional) membenarkan penonaktifan tersebut.
“Kalau data BPJS dengan orang tua atas nama Basri, memang sudah dinonaktifkan sejak 29 Juli 2017 lalu (Tidak ditanggung), ini diberhentikan di pusat”, Tuturnya.
Perbedaan data dari dua Instansi yang saling berkaitan tersebut mencerminkan kurangnya komunikasi antar Insntansi khususnya Dinas Sosial dengan pihak BPJS Kabupaten Sinjai.
Saat ini Mariani warga Desa Turungan Baji, Kecamatan Sinjai Barat terpaksa menghentikan sementara perawatan yang diderita anaknya yang akan dioperasi di Makassar, pasalnya Kartu BPJS PBI  yang dia gunakan tiba-tiba nonaktif.
“Saya hentikan dulu perawatan dan keluar dari rumah sakit Stella Maris karna tidak ada biaya untuk membayar umum padahal anak saya sudah dibedah tangannya,”Katanya.
Dia mengeluh karena anaknya Rifaldi (16) sakit (Mengalami pembekuan darah pada lengan kanannya) yang beberapa minggu lalu di rujuk dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai ke RS. Stella Maris Makassar untuk menjalani operasi karena didiagnosa mengalami Lesi Hemoragik. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here