Pelaku Pembunuhan di Desa Erabaru Sinjai di Vonis 12 Tahun Penjara

0
1
SINJAI, CNEWS —- Kahar Bin Beddu Karim pelaku tunggal pembunuhan Jamaluddin bin dottoro warga Dusun Batusantung Desa Erabaru Tellulimpoe akhirnya di vonis 12 tahun penjara oleh majelis hakim di pengadilan negeri Sinjai.
Kahar terbukti bersalah menghilangkan nyawa korban dengan sengaja, vonis ininlebih tinggi 2 tahun dari tuntutan jaksa yang hanya 10 tahun penjara.
Sidang yang dimulai pukul 12.30.00-13.30 Wita itu dijaga ketat oleh aparat.
Meski sidang vonis dinyatakan terbuka, namun tidak semua orang dapat masuk ke ruang sidang tersebut. Hanya pihak-pihak tertentu saja, seperti dari kepolisian, pihak pengacara korban, dan keluarga saja yang diperbolehkan masuk.
Pengacara Korban, Andi Alamsyah mengatakan putusan 12 tahun penjara itu diterima.
“Meski kami diberi waktu untuk berpikir melakukan banding tapi kami anggap itu sudah putusan yang maksimal dan kami dan keluarga korban menerima putusan itu,”Katanya.
Sebelumnya sidang putusan yang diketuai abdullah mahruf ini sempat ricuh akibat keluarga korban mengamuk saat terdakwa memasuki ruang sidang, bahkan ada salah satu keluarga yang mencoba memukul.
Dengan adanya putusan ini pihak keluarga korban mengaku agak lega dengan adanya putusan hakim yang lebih tinggi dari tuntutan jaksa.
“Meski hukuman apapun tidak bisa lagi mengembalikan nyawa suami saya namun setidaknya hukuman ini dapat sedikit mengurangi kekecewaan, meski kami berharap ini pelaku dapat dihukum berat,”Isak Juliati.

Sementara Istri korban Juliati, yang ditemui setelah sidang putusan selesai mewakili kerabat lainnya mengaku sedikit lega dengan putusan hakim yang lebih tinggi dari tuntutan JPU.

“Meskipun hukuman tidak bisa lagi mengembalikan nyawa suami saya, namun setidaknya hukuman ini dapat sedikit mengurangi kekecewaan, tapi kami berharap ini pelaku dapat dihukum berat”, Isak Juliati, dihadapan awak media.

Sebelumnya sidang putusan yang diketuai Abdullah Mahruf, ini sempat ricuh akibat kerabat korban mengamuk saat terdakwa memasuki ruang sidang, bahkan ada salah satu keluarga yang mencoba memukul.(LAPORAN : ANDI RAHMAT dan ADI PESTA IRAWAN DARI KABUPATEN SINJAI )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here