Proyek Sumur Bor Senilia Rp 5,6 Miliar Milik Dinas Pertanian, Kehutanan, Perikanan dan Kelautan Parepare Kembali Disidik

0
7

PAREPARE, — Dugaan Korupsi Pembangunan sumur bor dalam Dinas Pertanian, Kehutanan, Perikanan dan Kelautan (PKPK) Kota Parepare Tahun Anggaran 2016 Rp 5,6 miliar kembali disidik.

Kasus yang bergulir di Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Parepare sejak 2016 ini, masih berkutat di penyelidikan dan statusnya belum juga ditingkatkan ke penyidikan.

Ketua DPD PEKAT Indonesia Bersatu Kota Parepare, Nurtiaty Sjam meminta aparat kepolisian transparan dalam menangani kasus ini. “Kami pertanyakan proses penyelidikanya, ada kesan jalan ditempat,” ucap Nurtiaty, Jumat (17/8/2017).

Meski demikian pihaknya tetap meyakini lembaga Kepolisian khususnya di Parepare, tetap bekerja profesional. “Kami memahami asas praduga tak terbasalah, makanya kami yakin Aparat hukum tetap objektif dan profesional memandang kasus ini,” ujarnya.

Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi, Satreskrim ‎‎Polres Parepare, Ipda Muh. Sukri menegaskan, kasus itu masih lidik. Pihaknya masih mengumpulkan bahan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk telah meminta keterangan dari pihak rekanan.

“Makanya kita undang tim ahli untuk mengetahui tekhnis pekerjaan proyek itu. Kita tetap proses, dan sejumlah pihak kita mintai keterangan,” tegas Sukri.

Dikatakannya, berdasarkan keterangan saksi dan kajian tekhnis oleh tim ahli nantinya, penyidik baru dapat mengambil keputusan apakah kasus tersebut ditingkatan ke tahap penyidikan atau tidak.

“Yah, kita tunggulah nanti, proses ini bertahap. Kita tetap tindak lanjuti berdasarkan ketentuan Undang-Undang,” tutup Sukri.‎

Sekadar diketahui, dana sebesar Rp 5,6 miliar dialokasikan untuk pembangunan 20 titik Sumur Bor Dalam di wilayah Kota Parepare. Namun dalam pelaksanaannya, ditemukan beberapa kesalahan dan terindikasi mark up besar-besaran.

Ada beberapa titik sumur yang dibangun oleh pihak rekanan PT Mari Bangun Persada yang diduga kuat tidak sesuai dengan Rancana Anggaran Biaya (RAB), bahkan disebut-sebut ada yang fiktif.

Harga satuan untuk satu item sumur bor dalam senilai Rp 200 juta. Jumlah itu diakui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sumur Dinas PKPK, Muh Islahuddin, usai menjalani pemeriksaan di kantor Polisi, beberapa waktu lalu. (Effendy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here