Waduh, Kartu ATM Tertelan, Saldo Tabungan Nasabah BRI di Makassar Terkuras

0
198

MAKASSAR — Salah satu nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI), Okta Arifandi (34) mengalami kerugian akibat hilangnnya uang senilai Rp4.750.000 yang di simpan di BRI. Okta menuturkan, dirinya hendak menarik uang di ATM BRI Indomaret Manuruki Makassar, pada, 12 Agustus 2017.

Setelah kartu ATM BRI dimasukkan ke dalam mesin ATM BRI tiba-tiba pertama kali yang muncul di layar mesin tulisan “T BANK TARIK TUNAI TANPA ATM”. Setelah muncul tulisan tersebut, dirinya sempat curiga adannya kejanggalan pada mesin ATM tersebut, sehingga ia mencoba untuk cancel (membatalkan), tapi kartu ATM tidak bisa keluar sendiri.

Sampai berulang kali dicoba cancel. Kemudian muncul tulisan dilayar tulisan “masukkan kode akses ” dan “masukkan no HP”. “Karena kecurigaan bertambah saya coba cancel lagi berulang-ulang tapi kartu ATM tidak keluar, saya coba menunggu di depan mesin ATM BRI sekitar 20 menit dengan harapan kartu ATM bisa keluar ternyata nihil.

Akhirnya saya pulang untuk melihat buku tabungan dan melaporkan kejadian lewat call center 14017 ATM saya berhasil diblokir permanen,” kata Okta melalui sambungan telepon, Jumat 8 September 2017.

14 Agustus 2017, ia mendatangi kantor BRI Cabang Ahmad Yani Makassar untuk mengajukan permohonan penggantian kartu ATM baru sekaligus print buku tabungan.
“Setelah buku tabungan diserahkan saya kaget karena saldo hanya Rp133.000 dan telah terjadi transaksi pada Sabtu 12 Agustus 2017 pada sekitar jam yang hampir bersamaan dengan tertelannya kartu ATM saya sehingga saya menderita kerugian Rp4.750.000,” ungkapnya.
Selanjutnya, ia membuat laporan pengaduan di kantor cabang BRI Cabang Ahmad Yani dengan no pengaduan: 14328369 dan bukti print out transaksi yang mencurigakan tersebut.
Dari transaksi tersebut terdapat empat kali tarikan tunai lewat 3 ATM yang berbeda dalam jangka waktu 1 menit 1 menit senilai Rp1.250.000 dan terakhir Rp1 juta. “Yang membuat saya heran, mengapa BRI pusat dan BRI Cabang Ahmad Yani Makassar yang sudah saya konfirmasi tidak transparan dan seakan lepas tangan dengan alasan harus menginvestigasi dengan janji 20 hari kerja dan setelah 20 hari kerja kenyataannya saldo yang hilang belum dikembalikan dan harus meminta waktu lagi 20 hari kerja padahal saya berharap proses penyelesaian ini bisa cepat tanpa menunggu jawaban 40 hari kerja,” paparnnya.
Kejadian ini telah dilaporkan ke Polrestabes Makassar. Ia berharap pihak Bank BRI lebih serius lagi dalam penyelesaian kasus seperti ini. Demikian dikutip dari salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here