Pelindo IV Tegaskan akan Perketat Pengawasan 9 Proyek PMN dan MNP

0
51

Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) memperketat pengawasan 9 proyek yang menggunakan anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2015 sebesar Rp2 triliun, sehingga bisa dioperasikan akhir tahun depan sesuai target.

Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelabuhan PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan salah satu upaya pihaknya untuk mempercepat progress pembangunan 9 proyek PMN dan Makassar New Port (MNP) adalah dengan menggandeng beberapa pihak untuk melakukan pengawasan bersama.

Progress 9 proyek PMN dan MNP setiap hari kami laporkan, baik kepada DPR RI, Kantor Staf Kepresidenan, BPKP, Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) yang terdiri dari Kajati dan Kajari serta seluruh Polda di 9 wilayah proyek PMN maupun MNP,” kata Farid di sela-sela Ekspose 9 Proyek PMN dan MNP, Kamis (14/9/2017).

Mantan GM Pelindo IV Cabang Ambon ini juga mengatakan, pihaknya [Pelindo IV] bahkan bekerjasama dengan BPKP untuk selalu melakukan Pre-Audit, yaitu Audit yang dilakukan sebelum proyek yang dibangun selesai dikerjakan.

“Proyek [9 PMN dan MNP] ini sangat rentan terhadap suatu pelanggaran, oleh sebab itu pengawalan yang ketat dari berbagai pihak sangat diperlukan. Apalagi, 9 proyek PMN ini untuk mendukung program Tol Laut yang digagas Presiden Jokowi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara, Azhari menuturkan bahwa sudah menjadi tugas pihaknya untuk mengawal setiap proyek strategis milik negara. “Sembilan proyek PMN dan MNP adalah termasuk salah satu proyek strategis nasional, sehingga jelas perlu pendampingan dan peran kejaksaan dalam hal [pendampingan] ini sudah tertuang dalam undang-undang.”

Dia menambahkan, posisi kejaksaan adalah untuk pencegahan dan diharapkan 9 proyek PMN dan MNP bisa dikawal bersama-sama tahap demi tahap.

“Jangan sampai terjadi deviasi atau penyimpangan yang cukup melebar. Kalau bisa, pengawalan yang berlapis-lapis. Apalagi, proyek ini adalah bagian dari program Tol Laut dari Bapak Jokowi, yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia,” katanya.

 

Progress 9 Proyek PMN

 

Farid menambahkan, hingga kini progress pembangunan 9 proyek PMN yang berlokasi di Cabang Bitung, Kendari, Sorong, Tarakan, Ambon, Ternate, Jayapura, Manokwari dan Merauke tersebut rerata sudah mencapai 65%.

“Ditargetkan pembangunan 9 proyek PMN itu rampung 100% di triwulan III/2018 dan beroperasi pada triwulan IV tahun depan,” ujarnya.

Adapun untuk proyek Makassar New Port (MNP) yang meski tidak termasuk dalam 9 proyek PMN, namun merupakan salah satu proyek strategis nasional yang juga ditarget rampung pada akhir 2018 nanti, sehingga bisa dioperasikan di awal 2019.

Bahkan lanjut Farid, ada 4 proyek PMN yang direncanakan kelar dalam tahun ini, yaitu pengembangan Pelabuhan Bitung, Kendari, Jayapura dan Pelabuhan Sorong.

Dia menyebutkan, proyek dengan dana PMN yang sepenuhnya digunakan untuk revitalisasi di 9 pelabuhan kelolaan Pelindo IV itu berguna antara lain untuk jaminan konektivitas dan kelancaran distribusi barang di wilayah Indonesia Tengah dan Timur serta menjaga disparitas harga barang tidak terlalu tinggi antara wilayah Indonesia Barat dan Timur.

Secara total, dana PMN sebesar Rp2 triliun yang dikucurkan negara diakhir 2015 lalu, dibagi untuk revitalisasi Pelabuhan Bitung sebesar Rp365 miliar, Kendari Rp635 miliar, Tarakan Rp130 miliar, Ambon Rp100 miliar, Ternate Rp100 miliar, Jayapura Rp200 miliar, Sorong Rp270 miliar, Merauke Rp124,50 miliar dan untuk revitalisasi Pelabuhan Manokwari sebesar Rp75,50 miliar.

“Dari 14 kegiatan yang dilakukan di 9 proyek PMN, 12 di antaranya merupakan kegiatan infrastruktur dan dua lagi adalah kegiatan suprastruktur berupa pengadaan alat dan sebagainya,” tukas Farid. (ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here