PNS Penipu Calon Pegawai Menghilang, Korban Termasuk Salah Satu Pegawai Staff Kesbangpol Pemprov Sulsel

0
30

MAKASSAR — Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Desa di Jakarta bernama Syakir, yang diduga melakukan tindak pidana penipuan hingga ratusan juta terhadap sejumlah korbannya di Kota Makassar, Sulawesi Selatan dengan iming-iming diangkat PNS menghilang dan tidak pernah masuk kerja lagi.

Korban Syakir di Makassar bukan hanya para calon PNS, termasuk salah seorang staf Pegawai pada Kesbangpol Pemprov Sulsel, Sukram.

Melalui kuasa hukumnya, Muh Fadli SH membantah jika dirinya terlibat dalam kasus penipuan honorer K2 untuk pengangkatan PNS tahun 2015.

Menurutnya, dia juga adalah sebagai korban dalam kasus tersebut. Sebab, dalam proses pengurusan 4 honorer K2 berhubungan langsung dengan Syakir staf pegawai Kementerian Desa di Jakarta.

Fadli menjelaskan bahwa, Sukram ini hanya sebagai perantara. Artinya dia yang memperkenalkan 4 korban itu ke Pak Syakir yang notabene mampu meloloskan 4 honorer tersebut dalam pengangkatan PNS.

4 honorer yang menjadi korban penipuan Syakir adalah masing masing, Firmansyah, Hj Fatmawati, Sulfitrah, dan Hj Hasnah Dg Bau.

“Jadi Sukram hanya memperkenalkan empat korban ini kepada Syukri. Selanjutnya merekalah yang komunikasi langsung termasuk mentarnsfer dana ke rekening Syukri. Dan semua ada buki transfernya kepada masing-masing korban,” kata Fadli dalam keterangan persenya.

“Yang menjadi pertanyaan, kenapa Sukram ini ditahan dan diproses hukum. Sementara Syukri bebas berkeliaran. Kenapa Syukri bersama beberapa rekannya tak tersentuh hukum. Mestinya polisi memburu Syukri, karena mereka yang menikmati dana dari korban,” tandasnya.

Lebih jauh Fadli menjelaskan, hingga saat ini pengangkatan CPNS ke empat orang ini (Korban, red) belum ada kejelasan, dan masih dalam proses. Belum ada pengumuman.

Dalam kasus ini, Sukram telah menjalani hukuman di Polsek Kabupaten Gowa dan saat ini telah dilimpahkan ke Rutan. Bahkan kabar dari tempat Sukram bekerja di Kesbangpol Pemrov Sulsel terncam dipecat akibat perbuatannya.

“Saya dengar juga Sukram ini terancam dipecat karena dianggap telah melakukan pelanggaran berat. Kasihan juga, karena Sukram ini juga korban yang justru diberatkan dalam kasus tersebut. Seolah olah Sukram ini pelaku utama,” kata Fadli. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here