Kembali Didengungkan, Buat Apa “Fee Proyek 15 %”..???

0
40

PAREPARE,– Masih teringat kasus bentangan Baligo “Selamat Datang di wilayah 15%” yang terpasang di salah satu sudut Kota Parepare.Sempat berproses di Ranah hukum namun tidak berkelanjutan. Asumsi adanya “Setoran Fee Proyek” hingga mencapai 15% diawal 2017 lalu, kini didengungkan kembali jelang triwulan terakhir 2017 ini.

Jika praktek adanya setoran.”Fee Proyek hingga 15%” di Kota Parepare, kepada siapa dikumpulkan, dan digunakan untuk apa…??

Berbagai pertanyaan terkait “Fee Proyek 15%” ini, didengungkan Sejumlah Kalangan Aktifis Sosial, Salah satunya adalah Muh.Djamil Rusli, Ia menilai meski Fee Proyek 15% tidak terlihat dan sulit untuk dibuktikan, karena tidak adanya pihak Pelaku Konstruksi yang ingin mrngadukan hal ini, secara terbuka, tapi tak jarang dari mereka mengeluhkan tidak adanya paket proyek yang bisa dikerja karna sulitnya Kompetisi karena tidak adanya “Setoran Fee Proyek 15%” itu tadi.

Aktifis LSM.Nusantara Coruption Wach (NCW) Kota Parepare ini, mengaku Hitung hitungan besaran Fee Proyek 15% sangat mudah dicernah, Nilai APBD Daerah saja, dikurangi Persentase nilai belanja pokok ASN (Gaji Pegawai dllnya) adalah sisa Belanja Tidak langsung Keuangan Daerah berupa Program pembangunan, yang tersebar di sejumlah OPD (Organisasi Perangkat Daerah).

Menurutnya, issu issu yang beredar, APBD-APBN Kota Parepare, Kisaran Rp.1, sekian– Trilliun lebih, dan kisaran Rp.82 Milliar yang berupa Paket Proyek APBD-APBN (DAK) yang digelontorkan dalam bentuk Paket Proyek, dan Jika jumlah Rp.82 Milliar terbagi dalam sejumlah anggaran paket Proyek, maka Nilai “Fee Proyek 15%” nya mencapai Rp.12.Milliar lebih, Papar Djamil.

“Jika nilai Anggaran Proyek Pembangunan Kisaran Rp.82 Miliar tersebar disejumlah OPD Jajaran Pemkot, maka nilai Fee proyek 15% nya bisa mencapai Rp.12 Miliar lebih, dan nilai itu tidak jelas akan diberikan kesiapa dan peruntukannya buat apa” terang Aktifis LSM sejak jaman Orde baru ini.

Terkait hal ini, Kepala Bappeda Kota Parepare H.Iwan Asaad S.Stp.Msi. dihubugi siang tadi, terkait besaran Anggaran APBD-APBN yang terangkum dalam Anggaran Program Pembangunan Pemkot 2017 ini, Ia mengaku tidak memegang data itu,

“Data Apbd 2017 tdk ada saya bawa, bisa kita tanyakan ke Badan Keuangan krn smntra saya diluar ini” jelas Iwan Asaad via Obrolan WhattApp nya.

Terpisah Ketua Gapensi Kota Parepare Idam Nusu SE. Terkait hal ini, tidak bisa memberikan penjelasan apa apa, no kontaknya yang berusaha dihubungi, tidak memberikan respon, aktif tapi tidak diangkat.(effendy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here