Pakai Sandal Masuk Kawasan Adat Kajang Bulukumba, Calon Gubernur IYL Dikritik

0
15

BULUKUMBA —- Kunjungan Pasangan Bakal Calon (Balon) Gubernur dan Wakil Gubernur, Ichsan Yasin Limpo dan Andi Mudzakkar ke Tanah Adat Amatoa Kajang, Kecamatan Kajang, Bulukumba pada Sabtu 30/9/2017 menuai banyak kontroversi.

Sejumlah pihak menyayangkan apa yang terjadi di dalam kawasan adat, meski kasusnya terlihat sangat sederhana namun hal ini justru membuat sebuah adat atau aturan yang diremehkan. Pasalnya, saat memasuki kawasan adat Kajang, Ichsan Yasin Limpo terlihat menggunakan alas kaki (sandal), padahal jelas ada larangan tidak dibolehkan menggunakan alas kaki bila memasuki kawasan adat.
Bahkan menteri dan panglima juga rela melepas alas kakinya untuk masuk ke dalam kawasan adat Kajang demi menghormati adat istiadat suku Kajang. Salah seorang mahasiswa asal Kecamatan Kajang, Yusuf Tasbih menyesalkan apa yang terjadi saat kunjungan IYL menurutnya hal tersebut jelas pelanggaran terhadap apa yg telah terjaga selama ratusan tahun lamanya di Kajang.

“Pak IYL merupakan publik figur yang seharusnya ikut menjaga adat istiadat dan mengikuti hukum adat yg berlaku di kajang, bukan sebaliknya” ketus Ketua umum FPMB (Front Pergerakan Mahasiswa Bulukumba) pada, Rabu 03,10/2017.

Yusuf juga meminta agar Ikhsan Yasin Limpo segera meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat adat ataukah mengklarifikasi terkait dengan memakai sandal masuk dilingkup adat agar hal ini menjadi pelajaran buat semua masyarakat bahwa adat harus dijunjung tinggi sebagaimana amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 52 Tahun 2007, Pasal 1 angka 5 Adat istiadat adalah serangkaian tingkah laku yang terlembaga dan mentradisi dalam masyarakat yang berfungsi mewujudkan nilai sosial budaya di dalam kehidupan sehari-hari.
Sekedar diketahui, bahwa kawasan adat Ammatoa mewajibkan bagi para pengunjung untuk menanggalkan alas kakinya sebelum memasuki kawasan tersebut, menggunakan pakaian serba gelap, dan juga dilarang memotret data maupun merekam video bila telah berada di dalam kawasan adat Kajang. Demikian dikutip dari salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here