Warga Desak Copot Kapolsek Mappedeceng di Luwu Utara

0
67

LUWU UTARA, CNEWS —- Bukannya menjadi pelayan dan memberi contoh yang baik kepada masyarakat, Kapolsek Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan diduga memberi pembiaran terhadap keberadaan tempat hiburan berbau maksiat.

Tidak terima dengan sikap Kapolsek Mappedeceng tersebut, sejumlah pemuda yang mengatas namakan Aliansi Masyarakat dan Pemuda Mappedeceng Bersatu (Ampera) mendatangi kantor Polres Luwu Utara dan Gedung DPRD Luwu Utara. Mereka menuntut agar Kapolsek Mappedeceng dicopot dari jabatannya pada, Senin (9/10/2017).

Dalam aksinya para demonstran meminta mendesak Kapolsek Mappedeceng, Iptu I Gusti Putu Ngura tidak melakukan pembiaran dan ‘tutup mata’ dengan keberadaan tempat hiburan malam yang diduga berbau maksiat di wilayah Kecamatan Mappedeceng.

Salah satu tempat hiburan yang bernuansa cafe berada di desa Mekar Jaya, sebagai sarang maksiat jual minuman keras dan menyediakan pelayan perempuan dari jawa.

Tidak hanya itu, dalam orasinya, para demonstran mengecam sikap Kapolsek Mappedeceng saat masyarakat mau melaksanakan kegiatan berupa, pesta, dan kegiatan kepemudaan seperti kegiatan olahraga polisi mematok harga surat izin.

“Saat masyarakat mau melaksanakan kegiatan berupa, pesta, dan kegiatan kepemudaan seperti kegiatan olahraga polisi mematok harga surat izin,” Seru Korlap saat orasi di depan kantor Polres Luwu Utara, (9/10/2017).

“Kami mendesak Kapolres untuk mencopot Kapolsek Mappedeceng yang melakukan pembiaran terhadap keberadaan cafe yang dikemas dalam bentuk rumah bernanyi yang diduga berbau maksiat, Rumah bernyanyi hanya kedok, tapi disana itu betul-betul sudah parah ,” tandas Adnan salah satu pendemo. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here