Usai Diperiksa Tiga Jam, Bupati Takalar Dijebloskan ke Rutan Makassar

0
64

MAKASSAR — Tim penyidik Kejati Sulsel melakukan penanahanan terhadap Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin yang merupakan tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Penjualan Lahan Pemukiman Transmigrasi Desa Laikang Kecamatan Mengarabombang Kabupaten Takalar TA. 2015.

Ia langsung digiring oleh tim penyidik Kejati Sulsel setelah menjalani pemeriksaan sejak pukul 11.30 wita pagi tadi. Humas Kejati Sulsel Salahuddin mengatakan penhanan berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Nomor : PRINT- 645/R.4.5/Fd.1/11/2017 tanggal 6 November 201.

“Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulsel telah melakukan penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Penjualan Lahan Pemukiman Transmigrasi Desa Laikang tahun anggaran 2015,” kata Salahuddin

Penahanan dilakukan untuk selama 20 (dua puluh) hari yaitu terhitung sejak hari ini sampai dengan tanggal 25 November 2017 di Lapas Kelas I A Makassar. Berdasarkan hasil penyidikan serta pemeriksaan yang dilakukan terhadap tersangka pada hari ini.

Penyidik berpendapat telah terpenuhi syarat-syarat penahanan yang diatur dalam KUHAP. Adapun pemeriksaan terhadap tersangka dilakukan setelah sebelumnya yang bersangkutan tidak memenuhi 3 (tiga) kali panggilan yang disampaikan oleh penyidik.

Burhanuddin ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan no. PRINT-425/R.4/Fd.1/07/2017 tanggal 20 Juli 2017.
Dalam perkara yang diduga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar lebih dari Rp. 17 Milyar tersebut, tersangka diduga telah mengeluarkan izin prinsip untuk zona industri di lokasi yang sebenarnya merupakan pencadangan transmigrasi.
Penyidik Kejati Sulsel sebelumnya telah menahan 2 (dua) orang terdakwa atas nama M.Noor Utary (Camat Manggarabombang) dan Risno Siswanto (Sekdes Laikang), yang saat ini perkaranya telah disidangkan di pengadilan. Demikian dikutip dari salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here