Menteri BUMN, Rini Soemarno Apresiasi Progress MNP

0
44

Menteri BUMN, Rini Soemarno mengapresiasi progress konstruksi fisik pembangunan Makassar New Port (MNP) yang kini telah mencapai 58,26%.

Hal itu disampaikan Rini Soemarno usai melakukan kunjungan ke lokasi MNP pada Senin, 15 Januari 2018.

“Saya sudah melihat langsung progress pembangunan MNP. Dari hasil peninjauan itu, kami yakin proyek ini dapat diselesaikan pada Oktober 2018 dari jadwal sebelumnya akhir 2018,” kata Menteri BUMN usai melakukan peninjauan.

Dia menegaskan, Kementerian BUMN sangat mengapresiasi upaya Pelindo IV untuk terus mengebut pembangunan salah satu proyek strategis Nasional ini, meski ditengah pembangunannya cukup banyak kendala yang ditemukan, di antaranya terkait masalah lahan dan faktor cuaca.

“Belum lagi dengan penemuan 9 ranjau berupa bom yang dideteksi masih aktif, yang tentunya perlu waktu untuk menjinakkan ranjau bom tersebut, baru pembangunan MNP bisa berjalan normal kembali. Saya salut dengan pencapaian progress MNP saat ini dan yakin Pelindo IV bisa menyelesaikan pembangunannya secepat mungkin,” jelas Rini.

Dia juga berharap, pekerjaan akses yang menghubungkan antara lokasi MNP dengan daratan, sudah bisa diselesaikan pada akhir Februari tahun ini.

MNP Layani Petikemas Awal 2019

Direktur Utama PT Pelindo IV, Doso Agung mengatakan secara total pembangunan MNP Tahap I ditargetkan rampung pada akhir 2018, sehingga operasional pelayanan petikemas memungkinkan dilakukan pada awal 2019 mendatang.

“Per 14 Januari 2018, total progress konstruksi fisik dari proyek MNP Tahap I telah mencapai 58,26%,” sebut Doso Agung.

Terdiri dari, progress di Tahap I A mencapai 57,99%, Tahap I B 62,34% dan Tahap I C 39,30%.

Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelabuhan Pelindo IV, Farid Padang juga menegaskan pihaknya optimistis pembangunan MNP akan rampung sesuai target yang telah dipatok.

Dia menyebutkan, saat ini untuk paket A sedang dilakukan reklamasi untuk dermaga, fabrikasi tulangan struktur secant pile dan bore pile dermaga dan pekerjaan secant pile dan bore pile.

Di paket B, pekerjaan yang dilakukan yaitu reklamasi area container yard, pekerjaan soil replacement area causeway, pekerjaan revetment dan pengecoran saluran precast. “Sedangkan di paket C sedang dilakukan produksi core 1-5 kg, produksi underlayer 5-10 kg, pemasangan core breakwater (1-5 kg) dan pemasangan toe protection breakwater (100 – 160 kg).”

Kepala Satuan Pengelola Proyek MNP, Arwin menambahkan bahwa pembangunan MNP terbagi dalam beberapa tahapan utama, di mana untuk Tahap I terdiri dari tiga paket pengerjaan yakni paket A, B dan C.

“Secara terperinci, pengerjaan paket A meliputi pembangunan akses jalan, dermaga dan lapangan penumpukan petikemas yang akan memiliki kapasitas terpasang mencapai 1,5 juta twenty-foot equivalent unit (TEUs),” urainya.

Sementara itu, kegiatan untuk paket B mencakup reklamasi seluas kurang lebih 13 hektare, causeway kurang lebih 1.276 meter, lapangan peti kemas sekitar lebih 16 hektare dan pengerukan kolam pelabuhan 16,0 mean low water springs (mLWS).

Sedangkan kegiatan untuk paket C berupa pembangunan breakwater sepanjang 1.310 meter.

Arwin menyebutkan, kebutuhan investasi setiap paket untuk Tahap I ini yakni, paket A menyerap anggaran sebesar Rp326 miliar, paket B sebesar Rp1,06 triliun dan untuk paket C mencapai Rp228 miliar.

Dia menuturkan, dalam menyelesaikan MNP Tahap I, cukup banyak kendala yang ditemui pihaknya. Selain faktor cuaca ekstrim, persoalan lahan juga menjadi masalah besar yang dihadapi didalam tahap pembangunan mega proyek ini.

“Belum lagi masalah penemuan 9 ranjau bom yang cukup menjadi kendala besar pada beberapa waktu lalu. Di mana, pembangunan MNP Tahap I sempat terhenti. Bersyukur, bersama Angkatan Laut, ranjau tersebut berhasil dijinakkan dan kami bisa melanjutkan kembali pembangunan MNP. Semoga kendala berarti tidak lagi kami temui,” tukasnya. (ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here