Program Kotaku, Dinilai Pembangunan Konstruksi Tanpa Perencana

0
49

PAREPARE, — Program KOTAKU, di Wilayah Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat. Dinilai sebagai bentuk pemborosan Anggaran, selain adanya indikasi bangunan yang terkesan mubassir, program ini juga dilakukan tanpa adanya Sosialisasi rencana pembangunan ke masyarakat sekitar penerima manfaat.

Seperti di wilayah RW. 9 RT. I, ada beberapa pembangunan yang kegunaan efektifitasnya kurang, selain itu indikasi adanya pembangunan yang tumpang tindih, akibat rencana pembangunan yang kurang tersosialisasi. Pembangunan perencanaan Jalan Beton tapi berupa rabat, pembangunan pondasi yang tidak termanfaatkan yang terkesan pemborosan, pembangunan Pagar besi yang bengkok dan terkesan apa adanya, pengecatan jalan yang terkesan mubassir.

Kondisi ini diutarakan Muh.Ruslan, Walikota LSM.Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Ia mengaku ada Beberapa Kegiatan Program KOTAKU yang terkesan tumpang tindih, selain Itu banyak Program yang dihimpum dalam LKM tapi justru tidak melibatkan Masyarakat, program yang kesan dadakan karena kurangnya perencanaan dari awal.

“Kegiatan Program KOTAKU itu, kesannya tumpang tindih, kegiatan terkesan dadakan dan tanpa perencanaan lebih awal, seperti Pembangunan Drainase yang hanya dikerja plat penutupnya, sehingga ada program yang apa adanya tanpa manfaat yang berarti, seperti cat jalanan dan pondasi yang tidak digunakan” terang Muh.Ruslan Warga Kelurahan Lumpue yang juga Walikota dari LSM.Lira Kota Parepare.

Terkait hal ini Suwandi ST.selaku PPK kegiatan mengatakan, pada dasarnya
Prosedur perencanaan program KOTAKU di tingkat Kelurahan, berawal dari LKM (Lembaga Keswadayaan Masyarakat) melakukan pendataan kondisi awal di Kelurahan yang selanjutnya menyusun perencanaaan baik teknis maupun non teknis dibantu Konsultan pendamping KOTAKU menjadi sebuah Dokumen perencanaan, terang Suandy.

Kondisi ini diperjelas, Ketua Kelurahan Lumpue, Ilham A. S.Kom. Ia mengaku Kelurahan Lumpue memerima anggaran Program KOTAKU Rp.500.000 Juta dari Dinas Pekerjaann Umum dan Perumahan Rakyat yang terbagi dalam 2 tahap. Tahap I Rp. 350.000.000 dan Tahap II Rp. 150.000.000 sudah termasuk BOP LKM. terdiri dari 3 Paket yakni di RW. 9 RW. 6 dan RW. 2. Yang terbagi dalam beberapa kegiatan. ( Effendy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here