Pesan Bupati Indah di Forum Pelopor Perdamaian : Jadikan Perbedaan sebagai Wahana Saling Melengkapi

0
73

LUWU UTARA, CNEWS — Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, tak henti-hentinya mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga kedamaian dan kenyamanan di Luwu Utara. Segala perbedaan, kata Indah, harus dijadikan sebagai sebuah wadah untuk saling melengkapi, bukan saling menjatuhkan, demi terciptanya keserasian sosial di masyarakat. Hal ini disampaikan Indah dalam sebuah Forum Tudang Sipulung dalam Rangka Menciptakan Harmonisasi Sosial bagi Masyarakat Desa, Minggu (12/2), di Wisata Permandian Air Terjun Bantimurung Desa Bantimurung Kecamatan Bone-Bone.

“Semoga dengan kehadiran forum ini dapat memberikan pemahaman kepada kita semua tentang bagaimana mengelola perbedaan itu untuk saling melengkapi demi terciptanya harmonisasi dan keserasian sosial di tengah-tengah masyarakat,” ujar Indah saat memberikan sambutan di hadapan masyarakat Kecamatan Bone Bone di tiga wilayah, masing-masing Desa Banyu Urip, Bantimurung dan Kelurahan Bone Bone. Menariknya, warga Karondang dan Munte dari Kecamatan Tanalili juga ikut hadir dalam forum tudang sipulung tersebut.

Dalam acara Tudang Sipulung atau Forum Pelopor Perdamaian Pasca Konflik ini, Bupati Indah Putri Indriani mengajak seluruh masyarakat untuk tidak lagi mengungkit sejarah kelam masa lalu yang terjadi pada 2014 yang lalu. “Kepada masyarakat saya minta untuk tidak lagi mengungkit kejadian masa lalu yang buruk-buruk seperti yang terjadi pada 2014 lalu. Kita berharap cukup waktu itu saja terjadi karena dampaknya bukan hanya di tiga wilayah saja, tapi bisa berdampak lebih luas lagi,” pinta Indah.

Menurutnya, tidak ada satu pun manusia yang luput dari masalah. Untuk itu, kata Indah, pentingnya mengelola masalah tersebut agar cepat terselesaikan tanpa harus ada konflik yang terjadi. “Jangan pernah mengungkap masalah pribadi dengan membawanya kepada semua orang. Kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaan, selesaikanlah dengan bijak. Kalau tidak puas, maka laporkan kepada penegak hukum. Mereka siap melayani 1 x 24 jam,” tegas Indah, seraya menambahkan bahwa persoalan keamanan sepenuhnya tanggung jawab semua, bukan semata-mata hanya tanggung jawab TNI dan Polri.

Sebelumnya, Kadis Sosial, Besse Andi Pabeangi, mengatakan bahwa forum tudang sipulung yang digelar merupakan kegiatan harmonisasi sosial dalam bentuk konsolidasi pasca konflik. “Kegiatan yang kita lakukan hari ini adalah sebuah amanah Undang-undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial, yakni melakukan pemulihan pasca konflik secara berencana, terpadu, berkelanjutan dan terukur. Rekonsiliasi pasca konflik ini sebagai wujud langkah pemerintah daerah guna meredam segala bentuk konflik melalui pranata adat dan sosial,” ucap Besse. (FRANS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here